Psikologi sebagai pengertian hidup

Apa yang akan anda lakukan ketika merenung sendiri diam ditelan sunyi? Tentu pada suatu momen tertentu anda bisa saja memikirkan tentang cita-cita. Anda memiliki cita-cita sebagai polisi tetapi disisi lain menurut anda pemadam kebakaran lebih menyelamatkan banyak jiwa. Tak heran hal itu terjadi pada diri saya sendiri. Saya memiliki cita-cita sebagai seorang jurnalis dan lagi di artikel ini saya memiliki cita-cita sebagai seorang psikolog.

Arti umum yang dapat diterima adalah psikolog itu seorang yang memiliki gelar psikologi hingga memiliki julukan psikolog.

Mengapa saya ingin menjadi seorang psikolog?

Tujuan saya hidup untuk melakukan sesuatu yang mulia dimata manusia. Yang saya lakukan dengan menjadi seorang psikolog yaitu saya akan membangun Sekolah Luar Biasa atau yang disebut SLB. Saya akan membantu berkomunikasi dengan anak yang berkebutuhan khusus.

Seorang psikolog bisa mendapatkan gaji besar, mengapa menjadi guru SLB?

Bagi beberapa manusia, uang bukanlah hal yang begitu penting. Yang saya ketahui adalah uang itu digunakan untuk membeli makan, membayar tempat tinggal, transportasi, dan kekayaan-kekayaan kecil lainnya. Tak perlu berboros dalam segala hal. Yang sering salah diartikan adalah seorang psikolog dapat membaca pikiran orang lain dan menurut saya itu memang benar tetapi lebih dari itu hanyalah teknik membaca ekspresi muka, penggunaan kata, dan intonasi nada menjadi faktor penting, begitu bukan? Menjadi guru bagi anak yang berkebutuhan khusus merupakan hal yang mulia bagi saya. Dengan adanya gelar psikolog saya mendapat pendidikan untuk berkomunikasi secara batin dan emosional maka dari itu kesimpulannya seorang psikolog menurut saya dapat mengerti manusia secara khusus.

Bukankah hidup menjadi lebih bermanfaat dan bahagia apabila kita membantu manusia lainnya?

Advertisements