Should we be worried of our dreams?

Two days ago I had a nightmare, it was very bad that I think it’s going to happen for real. But I’m kind of desperate to find out wether should I worry about my dreams or just get over with? It is so much frustating if we think our dreams will happen, there is so much thought happening around our forehead. Our brain basically need supplies and there are dozens of supplies to feed our brain, one of them are curiousity. It is human at its stakes to find out what’s going on? why we eat that? why we smoke and how do we learn?. Those questions asked our brain but ourself can’t find a single clue to find the answers. It’s because we are so ignorant about things that going to happen soon if we didn’t eat and were asking to much what should we eat, smoke till our lungs collapsed and finally we can’t give a single attention to these questions.

We should be worried of our dreams, it’s not because we must rely on spiritual beliefs but we need to be careful when we step forward. Dreams are complex and we were not that great knowing what’s that dream meant for then there’s Deja Vu, It’s a condition when you met someone but you’ve already seen them before and soon you realize that guy was in your dream. These speculations can’t be missed. Deja Vu is a sign, not a future teller. Back on the story, you just met a guy of your dream and the next thing was getting spilled a coffe on your shirts. Deja Vu’s are benefits and is far away from detriment. It makes us capable of avoiding bad choices.

Still, we must put a half belief on our dreams and the other half is drivel assumption. You dont want to be dissapointed for beliving your good dreams will come in a sudden moment, right?

Advertisements

Tahap 3 : Elite Jawa, Vrijmetselarij, dan Budi Utomo

Tahap 3 : Elite Jawa, Vrijmetselarij, dan Budi Utomo

Akhirnya saya bisa menulis review tentang apa yang saya baca, yaitu buku Boedi Oetomo : Awal Bangkitnya Kesadaran Bangsa begitu juga dengan skripsi yang sedikit berkaitan dengan Boedi Oetomo. Review ini menurut saya spesial karena kalian tau sendiri saya ini cuman anak SMA yang kemampuan menulis dan menalisis nya masih kurang dan saya bener bener menekuni ini demi nilai Sejarah saya

Continue reading “Tahap 3 : Elite Jawa, Vrijmetselarij, dan Budi Utomo”

Tahap 2 : Budi Utomo, me-modernisasi pemikiran orang Indonesia?

Tahap 2 : Budi Utomo, me-modernisasi pemikiran orang Indonesia?

Budi Utomo, kurang jelas apa tujuan awalnya sebagai organisasi yaitu mementingkan kemasyarakatan, sosial, dan nilai-nilai budi lainnya. Kongres pertamanya aja pada tanggal 3 Oktober 1908 udah jelas kok bahwa mereka itu gak berpolitik. Tapi apakah saking bagusnya Budi Utomo bisa jadi panutan sejarah Indonesia? Apakah Elite pribumi Jawa yang berperan dalam Budi Utomo bisa membuat organisasi tersebut sebagus ini?

Budi Utomo dengan Indonesia

Budi Utomo berperan penting dalam hal kemerdekaan Indonesia. Tapi kenapa bisa? Budi Utomo pada awalnya ditujukan untuk memajukan pendidikan orang-orang cerdas dan elite jawa pada awalnya. Para Elite Jawa sebagai pemimpin atau bagian dari organisasi Budi Utomo ini mementingkan sosialisasi, kemasyarakatan, dan pendidikan.

Continue reading “Tahap 2 : Budi Utomo, me-modernisasi pemikiran orang Indonesia?”

Tahap 1 : Pengenalan Budi Utomo

Tahap 1 : Pengenalan Budi Utomo

Balik lagi, sebelumnya saya mau ngasih tau kalo ini bukan penelitian melainkan review. Kita pangkas aja langsung ke pengenalan, singkatnya Budi Utomo ini adalah organisasi yang didirikan oleh Dr. Soetomo dan kawan-kawannya pada tanggal 20 Mei 1908 dengan Dr. Wahidin Sudirohusudo sebagai penggagas dari organsisasi tersebut. Apa yang menarik untuk dibahas dari Budi Utomo ini? Kalian udah tau Budi Utomo itu adalah organisasi modern pertama diIndonesia sedangkan apa yang menarik untuk dibahas adalah mengapa, siapa, kenapa, dan bagaimana?

Continue reading “Tahap 1 : Pengenalan Budi Utomo”

Tugas

Tugas

Beberapa hari yang lalu saya disuruh me review organisasi modern pertama diIndonesia, Budi Utomo. Tugas ini agak sedikit sulit ya karena saya diharuskan mencari data data Budi Utomo dari skripsi orang, penelitian, buku bahkan perpustakaan. Review tersebut kalo udah selesai akan saya upload kesini.

Omong kosong

“Jangan banyak gaya dong lu!”

“Loh perasaan gaya gua biasa aja deh”

“Ya gue gak suka”

“Terus?”

Sering gak atau pernah gak denger orang berantem satu sama lain karena kebanyakan gaya. Pertama gua mau ngasih tau kenapa orang bisa berantem karena masalah gaya. Satu, yaitu mereka gak berteman, kalo mereka gak saling kenal atau mengenal secara pribadi bisa aja jadi pemicunya. Coba deh kalo misalnya mereka temenan, mungkin si X yang tadinya benci si Z mungkin responnya biasa aja kalo dari dulu udah temenan. Kedua, material. Sekali lagi duit yang jadi pemicu masalah ini dan emang bisa terbilang sedikit orang yang bergaya tapi gak sesuai isi dompet mereka. Mungkin sebagian orang bakalan resah dan merasa “apasih nih orang gaya tapi miskin”. Jujur deh, kalo misalnya orang bergaya tapi gak sesuai dompet mereka itu kemungkinan besar mitos. Kalo gak punya uang, pastinya ita ngerasa gengsi dong karena gaya kita berlebih tapi jangan langsung mengartikan kalo gue ini benar, bisa aja si Z gaya dan punya uang, tetapi uangnya minjem dari si Y dan jelas si Z gak bakalan malu buat bergaya. Hal ini agak sedikit berbeda sama artikel panjat sosial yang gue buat. Ketiga, ini yang paling menarik, karena sentimen. Banyak banget yang benci kalo orang lain bergaya lebih baus karena emang gak suka aja kalo mereka gaya. Alasan utamanya bisa aja takut disaingi, nanti jadi tenar yang akhirnya bisa menjadi influence atau pengaruh untuk orang lain supaya bergaya.

Gua anak sma dan gua tau persis masalah apa yang ada disekitar gua, bukannya sombong tetapi selagi gua ngalamin sma ya kenapa enggak buat ngomongin masalah ini? Masalah kaya panjat sosial, minjem duit orang terus diomongin, minjem pakaian, gaya terus dandan diluar sekolah itu omong kosong semua. Jelas omong kosong, ya kenapa juga harus ngomongin masalah masalah kaya diatas. Jelas emang kalo lu gaya bisa aja lu jadi influence atau pengaruh supaya orang lain gaya tetapi gak sepenuhnya gaya itu membawa sesuatu yang buruk. Gaya yang gua maksud ini bukan overdressed atau dandan berlebihan, maksud gua adalah gaya yang bisa bikin orang ngeliatin kalian. Selama mereka masih dandan, terus gaya, terus make barang orang tua secara wajar toh buat apa diomongin? Motor dari orang tua buat dipake gaya gayaan menurut gua biasa aja. Contoh, lo kerja keras abis itu lo dapet hadiah dari lembaga lo dan pastinya seneng dan lo bangga banggain kan? Pake duit orang kan? Sama kaya lo dikasih motor sama orang tua lu deh. Lo belajar keras, hasil bagus yaa lu dapet apa yang lu pantes dapetin. Uang jajan dari orang tua itu uang gaji lo sehari hari, gak usah dengerin ada yang bilang masih pake duit orang tua. Selama kalian bisa ngasih feedback dan kerja sama yang baik dengan orang tua kalian, uang itu pantas buat lu pake pribadi toh kalo kerja lo dikasih duit sama kantor sebagai hasil kerja lo dan duitnya berasal dari bos atau orang yang lebih tua kan?