Up & Date

Untitled design (1).png

Sekian lama gak posting. Gimana kalau gua ringkas aja semua updatenya jadi satu?

Gue ribet mikirin sekul, gua dapet rank 8, masuk kelas unggulan, jadi ketua kelas, banyak komplen dikelas, dan sekarang inilah gue yang jadi ketua kelas “unggul-unggulan”.

Singkat cerita aja, gua mau sharing apa yang gua rasa patut di share. Oiya, ini berkaitan sama sekolah gue.

Sekolah baru-baru ini bikin kantin, proyeknya udah dimulai dari sebulan yang lalu (terhitung tanggal 10 Juli udah ada pondasinya). Bentuk kantinnya persegi panjang, sekilas mirip kios kecil dan ukurannya bervariasi. Yang paling ujung kiri itu untuk koperasi dan ukurannya sedikit lebih besar terus sisa empatnya itu disisain buat penghuni kantin. Kantinnya juga bersih, lantainya putih, dan bentuknya kubus. Tetapi karena kantinnya seperti kios, didepannya gak ada tempat duduk-duduk ataupun meja kaya di warung Bude.

Yaa gue berharap sih penghuni kantin yang nantinya bakal nempatin bisa jaga kebersihan kantin dan segala lingkup “ke-kantinan”. Lebih baik kita analisa yuk kenapa sekolah bikin kios kantin yang mengarah ke depan gedung B.

Pertama, dengan alasan kebersihan. Sekolah mau ngejaga kebersihan dan menyempurnakan kebersihan di lingkungan sekolah. Kalian tau sendiri kalau kantin kita sekarang (Bude dan Warung Mie) berdiri di atas tanah orang dan bukan tanah sekolah. Kalau kalian perhatiin, pernah gak Mang Bobby atau Mang Udin ngebersihin sekitar kantin? Jawabannya enggak, itu karena beliau-beliau gak ditugasin buat ngebersihin lapak/tanah orang lain. Bude dan Pa’de ngebersihin warung mereka secara independen kadang di bantu nenek-nenek yang biasa mampir. Kalau kalian perhatiin juga, sampah yang ada disekitar warung Bu’de itu berserakan dimana-mana dan sampah-sampah itu gak pernah di alokasiin ke samping portal sekolah (dimana sampah sekolah dikumpulin kedalam plastik-plastik hitam yang nantinya diangkut sama truk kebersihan setiap 3/2 kali seminggu). Dengan adanya kantin yang berada di dalem lingkungan sekolah ini, sampah dan segala macem urusan kebersihan jadi lebih gampang di monitor. Sayang didepan kios-kios kantin belum disediain tempat duduk dan meja yang standar, tetapi menurut pandangan gue dengan tersedianya meja dan tempat duduk di samping warung bude, itu nanti bakal dipindahin ke depan kios-kios kantin. Yaa tapi tetap sajalah gak imbang banget keliatannya, kios yang disemen dan dipasangin lantai tapi tempat makan sama duduknya dari kayu reyot. Mungkin kedepannya kantin 16 dibikin indoor, lantainya 4, dari 2 ke 4 ada kamar kost (cocok buat siswa/i yang suka telat bisa tidur disini atau yang lagi belaga broken home mau kabur tapi gak mau skip sekolah juga bisa), hidup bapak presiden 16 kita 3 periode.

Kedua, sekolah butuh pendapatan. Sempet gue bicara sama Bude ngomong ngalor-ngidul tentang kantin 16 kita. Itu katanya harga sewa kios kantin akan lebih mahal dibanding harga sewa ditanah orang. Mungkin disini kita harus melihat poin-poin penting karena biayanya agak sedikit mahal;

  • Kebersihan. Gue udah ngomong tadi di paragraf sebelumnya, kalau kantin di letakkan di dalam sekolah, kebersihan lebih gampang di monitor, petugas kebersihan (Mang Bobby dan Mang Udin) bisa di tugasin buat kebersihan kantin juga, biaya pengelolaan juga termasuk karena di dalam kios kantin tersedia wastafel buat bersihin piring atau alat makan/masak lainnya, terus juga tersedia tempat buat naro piring, dibawahnya bisa buat naro gas lpg dan diatasnya bisa buat naro kompor.
  • Pengelolaan. Biaya pengelolaan juga termasuk karena di dalam kios kantin tersedia wastafel buat bersihin piring atau alat makan/masak lainnya, terus juga tersedia tempat buat naro piring, dibawahnya bisa buat naro gas lpg dan diatasnya bisa buat naro kompor. Mungkin kalian bertanya Air, Listrik, Gas LPG di tanggung sekolah gak? Untuk tagihan air per kios, gas lpg, dan listrik sepertinya di tanggung pemilik kios soalnya udah jelas banget kantin ini modelnya kaya kios jadi biaya operasional ditanggung pemiliknya.
  • Pendapatan. Hal ini sensitif, gue gak berani bicara banyak tapi satu hal yang gue lihat pastinya pendapatan sewa kios ini di arahkan ke hal-hal yang lebih baik dan mungkin dalam beberapa waktu yang dekat kita bisa duduk di tempat duduk dan makan di tempat makan yang layak atau mungkin dananya bisa di alokasiin ke lapangan? Pembuatan gerbang (yang bisa digeser-geser)? Gedung baru buat siswa/i ngekost? Floating garden? Floating market? Tenda biru? Indomaret/Alfamart? Who knows.

Mungkin itu aja poin-poinnya, oiya beberapa poin lagi yang mungkin bisa di pertimbangin oleh kalian semua.

  • Nyamuk. Seriously, mau pagi-siang-sore-malem ada aja nyamuk. Kurang nyaman kalo kita makan dikit-dikit ada nyamuk, udah gitu nyamuknya gede. Faktor ini sih karena letak geografis kita terlalu deket sama kebon. Karena kemarin kantin bude lokasinya agak lebih menuju ke kebon, semoga kios kantin yang lokasinya agak sedikit berjauhan dari kantin bude bisa ngebuat nyamuk cape terbang jauh-jauh.
  • Meja dan Bangku. Gambarnya cuman ilustrasi. Tolong, ini bukan wujud asli meja dan tempat duduknya. Bude dan Pade punya alasan kenapa meja dan bangku mereka gampang rusak dan reyot soalnya itu semua kayu bekas. Kayu bekas yang udah reyot, dimakanin rayap pula, bahkan ada satu meja yang udah bolong dan bangku yang dikit lagi patah. Harapannya ketika kios kantin udah beroperasi, tolonglah kalo mau meja bangkunya pake bahan dari kayu setidaknya meja dan bangku dari kayu yang sejenis, masih baru, gak perlu mahal-mahal.
  • Tenda. Karena, tenda biru sekarang yang ada di kantin bude itu udah mau roboh, atasnya juga sering keisi sama air dan daun-daunan rontok, susah dibersihin, dan juga udah robek beberapa. Image result for tendaGambarnya mungkin bisa jadi referensi. Beberapa tiang, kerangka atap, dan tenda biru udah lumayan banget. Konsepnya juga minimalis , jadi setiap kena hujan airnya gak diem disatu lokasi dan menggelembung kebawah soalnya itu yang bikin tenda gampang bolong. Fiber, Meskipun fiber atap terbilang kuat, kalau hujan jadi berisik banget dan lokasi kiosnya didepan gedung B persis. Menurut gue tenda ini mesti kayaknya, biarpun kita makan berdiri atau duduk sila di tanah, yang penting gak kepanasan, he.

Untuk kali ini cuman permasalahan kantin aja yang kita bahas. Selebihnya semoga artikel ini ditengok oleh para pengurus sekolah, itung-itung referensi dari suara siswa/i yang-terluka-hatinya-disebabkan-oleh-gigitan-nyamuk-kebon dan kalo-makan-kadang-gak-nyaman-karena-sampah-berserakan.

By the way, cuman Bude yang sekarang ini berani nyewa kios kantin. Untuk kedepannya kita berharap saja ada pedagang jauh dari negeri timur-tengah atau bangsa eropa untuk membeli rempah-rempah.

UPDATE: Yay, kantinnya punya atap yang memanjang sekitar 10-15 meter kedepan. Tinggal bangku dan meja doang nih!

Filosofi, kopi?

Mengarah ke-hal yang lebih asing lagi. Filosofi, apa itu? darimana asalnya? siapa pelopornya?. Filosofi, filsafat, atau falsafah adalah ketiga hal yang memiliki arti yang sama, yaitu disiplin ilmu yang berfokus pada pencarian dasar-dasar serta penjelasan yang nyata (Chin & Krammer : 1991). Filosofi memiliki banyak arti dan definisi masing-masing tetapi untuk artikel ini kita akan menggunakan definisi menurut KBBI. Filosofi adalah pengetahuan dan penyelidikan dengan menggunakan akal budi mengenai hakikat segala yang ada, sebab adanya suatu, asal adanya sesuatu, dan hukumnya. Secara singkat kita belajar filosofi agar kita dapat mengerti secara logika. Keadaan filosofi selalu digunakan untuk mencari/mempelajari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan segala sesuatu, semisal mengapa, bagaimana, dll.

Baiklah dengan filsafat atau filosofi kita harus memiliki akal logika yang baik, dapat berfikir lurus, tepat dan secara teratur dengan begitu jawaban yang menggunakan logika selalu menjadi pilihan utama untuk diterima oleh akal sehat manusia.

Filosofi merupakan hal yang sangat berat tetapi mengapa bercita-cita meminangnya?

Gameplay adalah istilah bagaimana permainan itu akan dimainkan. Saya selalu menaruh logika disalah satu gameplay (situasi) dalam hidup saya, namun selalu saja pemikiran saya pecah buyar karena saya tak dapat berfikir lurus, tepat dan akurat. Saya masih memiliki lebih banyak asumsi dibandingkan data ketika saya meneliti atau mempelajari sesuatu. Hal itu menjadi dilema saya. Saya ingin dapat memahami dan menguasai filosofi agar saya dapat mengerti dan mempelajari suatu hal dengan akal sehat dan secara logis.

Apakah hal berat akan menjadi tandingan anda?

Faktanya, iya. Hal berat selalu menjadi tandingan saya. Saya mengingat saya tidak dapat menguasai matematika. Apakah matematika hal yang berat? Tentu, seperti halnya pembelajaran pembelajaran yang lain, hanya saja pengertian yang diberikan untuk matematika itu sedikit sehingga tidak mendapatkan hasil yang maksimal. Maka dari itu saya harus bisa mengatur waktu kapan untuk memberikan pengertian lebih ke filosofi, kapan memberikan pengertian lebih ke matematika.

Psikologi sebagai pengertian hidup

Apa yang akan anda lakukan ketika merenung sendiri diam ditelan sunyi? Tentu pada suatu momen tertentu anda bisa saja memikirkan tentang cita-cita. Anda memiliki cita-cita sebagai polisi tetapi disisi lain menurut anda pemadam kebakaran lebih menyelamatkan banyak jiwa. Tak heran hal itu terjadi pada diri saya sendiri. Saya memiliki cita-cita sebagai seorang jurnalis dan lagi di artikel ini saya memiliki cita-cita sebagai seorang psikolog.

Arti umum yang dapat diterima adalah psikolog itu seorang yang memiliki gelar psikologi hingga memiliki julukan psikolog.

Mengapa saya ingin menjadi seorang psikolog?

Tujuan saya hidup untuk melakukan sesuatu yang mulia dimata manusia. Yang saya lakukan dengan menjadi seorang psikolog yaitu saya akan membangun Sekolah Luar Biasa atau yang disebut SLB. Saya akan membantu berkomunikasi dengan anak yang berkebutuhan khusus.

Seorang psikolog bisa mendapatkan gaji besar, mengapa menjadi guru SLB?

Bagi beberapa manusia, uang bukanlah hal yang begitu penting. Yang saya ketahui adalah uang itu digunakan untuk membeli makan, membayar tempat tinggal, transportasi, dan kekayaan-kekayaan kecil lainnya. Tak perlu berboros dalam segala hal. Yang sering salah diartikan adalah seorang psikolog dapat membaca pikiran orang lain dan menurut saya itu memang benar tetapi lebih dari itu hanyalah teknik membaca ekspresi muka, penggunaan kata, dan intonasi nada menjadi faktor penting, begitu bukan? Menjadi guru bagi anak yang berkebutuhan khusus merupakan hal yang mulia bagi saya. Dengan adanya gelar psikolog saya mendapat pendidikan untuk berkomunikasi secara batin dan emosional maka dari itu kesimpulannya seorang psikolog menurut saya dapat mengerti manusia secara khusus.

Bukankah hidup menjadi lebih bermanfaat dan bahagia apabila kita membantu manusia lainnya?

Ingin menjadi seorang Jurnalis

Baiklah bagi saya jurnalis adalah hal yang penting bagi kehidupan sehari-hari dan apalagi kita memasuki era zaman modern yang dibutuhkannya informasi dalam jumlah besar dan pengetahuan luas. Saya sendiri tertarik karena saya terinspirasi oleh Najwa Shihab. Baginya, jurnalis itu meneliti, mengolah dan memberi informasi secara publik. Banyak yang menaruh minatnya kejurusan Jurnalistik, contohnya saya. Walaupun pekerjaan seorang jurnalis terbilang berat tetapi saya tidak akan berhenti menaruh minat saya kepada Jurnalistik.

Saya akan selalu terus berusaha untuk menjadi seorang jurnalis. Tingkat pendidikan SMA yang saat ini saya jalanin tidak akan memberi beban bagi saya toh tugas-tugas SMA program IPS kebanyakan tentang meneliti dan mengolah, tak berbeda jauh menjadi tugas seorang jurnalis.
Saya sadar bahwa pekerjaan ini tidaklah mudah dan perlu koneksi dan teman yang banyak agar saya bisa mendapatkan informasi lebih banyak untuk diteliti dan diolah.

Namun apakah saya akan memulainya sekarang?

Tentu saja. Lebih baik saya memulainya sekarang daripada nanti-nanti. Lebih cepat saya memulai, lebih banyak saya belajar dan lebih banyak pula hasil yang saya dapat.