Filosofi, kopi?

Mengarah ke-hal yang lebih asing lagi. Filosofi, apa itu? darimana asalnya? siapa pelopornya?. Filosofi, filsafat, atau falsafah adalah ketiga hal yang memiliki arti yang sama, yaitu disiplin ilmu yang berfokus pada pencarian dasar-dasar serta penjelasan yang nyata (Chin & Krammer : 1991). Filosofi memiliki banyak arti dan definisi masing-masing tetapi untuk artikel ini kita akan menggunakan definisi menurut KBBI. Filosofi adalah pengetahuan dan penyelidikan dengan menggunakan akal budi mengenai hakikat segala yang ada, sebab adanya suatu, asal adanya sesuatu, dan hukumnya. Secara singkat kita belajar filosofi agar kita dapat mengerti secara logika. Keadaan filosofi selalu digunakan untuk mencari/mempelajari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan segala sesuatu, semisal mengapa, bagaimana, dll.

Baiklah dengan filsafat atau filosofi kita harus memiliki akal logika yang baik, dapat berfikir lurus, tepat dan secara teratur dengan begitu jawaban yang menggunakan logika selalu menjadi pilihan utama untuk diterima oleh akal sehat manusia.

Filosofi merupakan hal yang sangat berat tetapi mengapa bercita-cita meminangnya?

Gameplay adalah istilah bagaimana permainan itu akan dimainkan. Saya selalu menaruh logika disalah satu gameplay (situasi) dalam hidup saya, namun selalu saja pemikiran saya pecah buyar karena saya tak dapat berfikir lurus, tepat dan akurat. Saya masih memiliki lebih banyak asumsi dibandingkan data ketika saya meneliti atau mempelajari sesuatu. Hal itu menjadi dilema saya. Saya ingin dapat memahami dan menguasai filosofi agar saya dapat mengerti dan mempelajari suatu hal dengan akal sehat dan secara logis.

Apakah hal berat akan menjadi tandingan anda?

Faktanya, iya. Hal berat selalu menjadi tandingan saya. Saya mengingat saya tidak dapat menguasai matematika. Apakah matematika hal yang berat? Tentu, seperti halnya pembelajaran pembelajaran yang lain, hanya saja pengertian yang diberikan untuk matematika itu sedikit sehingga tidak mendapatkan hasil yang maksimal. Maka dari itu saya harus bisa mengatur waktu kapan untuk memberikan pengertian lebih ke filosofi, kapan memberikan pengertian lebih ke matematika.

Advertisements

Psikologi sebagai pengertian hidup

Apa yang akan anda lakukan ketika merenung sendiri diam ditelan sunyi? Tentu pada suatu momen tertentu anda bisa saja memikirkan tentang cita-cita. Anda memiliki cita-cita sebagai polisi tetapi disisi lain menurut anda pemadam kebakaran lebih menyelamatkan banyak jiwa. Tak heran hal itu terjadi pada diri saya sendiri. Saya memiliki cita-cita sebagai seorang jurnalis dan lagi di artikel ini saya memiliki cita-cita sebagai seorang psikolog.

Arti umum yang dapat diterima adalah psikolog itu seorang yang memiliki gelar psikologi hingga memiliki julukan psikolog.

Mengapa saya ingin menjadi seorang psikolog?

Tujuan saya hidup untuk melakukan sesuatu yang mulia dimata manusia. Yang saya lakukan dengan menjadi seorang psikolog yaitu saya akan membangun Sekolah Luar Biasa atau yang disebut SLB. Saya akan membantu berkomunikasi dengan anak yang berkebutuhan khusus.

Seorang psikolog bisa mendapatkan gaji besar, mengapa menjadi guru SLB?

Bagi beberapa manusia, uang bukanlah hal yang begitu penting. Yang saya ketahui adalah uang itu digunakan untuk membeli makan, membayar tempat tinggal, transportasi, dan kekayaan-kekayaan kecil lainnya. Tak perlu berboros dalam segala hal. Yang sering salah diartikan adalah seorang psikolog dapat membaca pikiran orang lain dan menurut saya itu memang benar tetapi lebih dari itu hanyalah teknik membaca ekspresi muka, penggunaan kata, dan intonasi nada menjadi faktor penting, begitu bukan? Menjadi guru bagi anak yang berkebutuhan khusus merupakan hal yang mulia bagi saya. Dengan adanya gelar psikolog saya mendapat pendidikan untuk berkomunikasi secara batin dan emosional maka dari itu kesimpulannya seorang psikolog menurut saya dapat mengerti manusia secara khusus.

Bukankah hidup menjadi lebih bermanfaat dan bahagia apabila kita membantu manusia lainnya?

Ingin menjadi seorang Jurnalis

Baiklah bagi saya jurnalis adalah hal yang penting bagi kehidupan sehari-hari dan apalagi kita memasuki era zaman modern yang dibutuhkannya informasi dalam jumlah besar dan pengetahuan luas. Saya sendiri tertarik karena saya terinspirasi oleh Najwa Shihab. Baginya, jurnalis itu meneliti, mengolah dan memberi informasi secara publik. Banyak yang menaruh minatnya kejurusan Jurnalistik, contohnya saya. Walaupun pekerjaan seorang jurnalis terbilang berat tetapi saya tidak akan berhenti menaruh minat saya kepada Jurnalistik.

Saya akan selalu terus berusaha untuk menjadi seorang jurnalis. Tingkat pendidikan SMA yang saat ini saya jalanin tidak akan memberi beban bagi saya toh tugas-tugas SMA program IPS kebanyakan tentang meneliti dan mengolah, tak berbeda jauh menjadi tugas seorang jurnalis.
Saya sadar bahwa pekerjaan ini tidaklah mudah dan perlu koneksi dan teman yang banyak agar saya bisa mendapatkan informasi lebih banyak untuk diteliti dan diolah.

Namun apakah saya akan memulainya sekarang?

Tentu saja. Lebih baik saya memulainya sekarang daripada nanti-nanti. Lebih cepat saya memulai, lebih banyak saya belajar dan lebih banyak pula hasil yang saya dapat.