Keadilan

Bisa dipastikan saya bukanlah seorang murid yang nantinya berminat untuk menuju perguruan tinggi negri karena ya memang tingkat kesuksesan tidak sebesar tingkat harapan. Apa yang akan saya bicarakan adalah mengapa kami, murid disalah satu sekolah Bekasi tidak mendapat keadilan dalam memilih perguruan tinggi? Tidak saya tidak akan membahas apa yang anda pikirkan. Saya akan membahas keburukan opsi yang diberikan sekolah saya dalam keputusan hal PTN.

Anda mungkin sudah tahu kalau memasuki PTN sangat sekali dibutuhkan skill dan keahlian dalam bidang mata pelajaran, seluruhnya kalau bias saya bilang. Namun bagaimana jika sekolah anda mengadakan suatu program sekolah yang dinamakan study tour kemudian mengeluarkan opsi bagi yang tidak ikut maka dikemudian hari tidak akan dibantu jika ingin mengikuti ptn, loh kok kenapa bisa? Inilah yang “katanya” terjadi disekolah saya. Continue reading “Keadilan”

Omong kosong

“Jangan banyak gaya dong lu!”

“Loh perasaan gaya gua biasa aja deh”

“Ya gue gak suka”

“Terus?”

Sering gak atau pernah gak denger orang berantem satu sama lain karena kebanyakan gaya. Pertama gua mau ngasih tau kenapa orang bisa berantem karena masalah gaya. Satu, yaitu mereka gak berteman, kalo mereka gak saling kenal atau mengenal secara pribadi bisa aja jadi pemicunya. Coba deh kalo misalnya mereka temenan, mungkin si X yang tadinya benci si Z mungkin responnya biasa aja kalo dari dulu udah temenan. Kedua, material. Sekali lagi duit yang jadi pemicu masalah ini dan emang bisa terbilang sedikit orang yang bergaya tapi gak sesuai isi dompet mereka. Mungkin sebagian orang bakalan resah dan merasa “apasih nih orang gaya tapi miskin”. Jujur deh, kalo misalnya orang bergaya tapi gak sesuai dompet mereka itu kemungkinan besar mitos. Kalo gak punya uang, pastinya ita ngerasa gengsi dong karena gaya kita berlebih tapi jangan langsung mengartikan kalo gue ini benar, bisa aja si Z gaya dan punya uang, tetapi uangnya minjem dari si Y dan jelas si Z gak bakalan malu buat bergaya. Hal ini agak sedikit berbeda sama artikel panjat sosial yang gue buat. Ketiga, ini yang paling menarik, karena sentimen. Banyak banget yang benci kalo orang lain bergaya lebih baus karena emang gak suka aja kalo mereka gaya. Alasan utamanya bisa aja takut disaingi, nanti jadi tenar yang akhirnya bisa menjadi influence atau pengaruh untuk orang lain supaya bergaya.

Gua anak sma dan gua tau persis masalah apa yang ada disekitar gua, bukannya sombong tetapi selagi gua ngalamin sma ya kenapa enggak buat ngomongin masalah ini? Masalah kaya panjat sosial, minjem duit orang terus diomongin, minjem pakaian, gaya terus dandan diluar sekolah itu omong kosong semua. Jelas omong kosong, ya kenapa juga harus ngomongin masalah masalah kaya diatas. Jelas emang kalo lu gaya bisa aja lu jadi influence atau pengaruh supaya orang lain gaya tetapi gak sepenuhnya gaya itu membawa sesuatu yang buruk. Gaya yang gua maksud ini bukan overdressed atau dandan berlebihan, maksud gua adalah gaya yang bisa bikin orang ngeliatin kalian. Selama mereka masih dandan, terus gaya, terus make barang orang tua secara wajar toh buat apa diomongin? Motor dari orang tua buat dipake gaya gayaan menurut gua biasa aja. Contoh, lo kerja keras abis itu lo dapet hadiah dari lembaga lo dan pastinya seneng dan lo bangga banggain kan? Pake duit orang kan? Sama kaya lo dikasih motor sama orang tua lu deh. Lo belajar keras, hasil bagus yaa lu dapet apa yang lu pantes dapetin. Uang jajan dari orang tua itu uang gaji lo sehari hari, gak usah dengerin ada yang bilang masih pake duit orang tua. Selama kalian bisa ngasih feedback dan kerja sama yang baik dengan orang tua kalian, uang itu pantas buat lu pake pribadi toh kalo kerja lo dikasih duit sama kantor sebagai hasil kerja lo dan duitnya berasal dari bos atau orang yang lebih tua kan?

Ojek dan Gojek

Ojek dan Gojek

Tukang ojek yang biasa kita temui sebelum masuk ke komplek kita adalaha salah satu contoh kelompok sosial. Menjadi tukang ojek bukanlah salah satu kegagalan manusia dalam mencapai prestasi atau profesi impian, bagaimanapun tukang ojek adalah suatu profesi. Meskipun banyak sekali Go-Jek atau Grab Bike yang bisa kita pesan secara online, pekerjaan sebagai ojek dipengkolan kurang menguntungkan. Bagaimana tidak, secara garis besar Go-Jek atau Grab Bike memudahkan pelanggan memesan jasa ojek darimana saja dan kapan saja, tidsk bergantung waktu dan tempat seperti tukang ojek dipengkolan. 

Lalu apakah semua ojek yang bekerja dipengkolan ojek harus menjadi driver Go-Jek atau Grab Bike?

Tidak harus semua ojek pengkolan menjadi go-jek atau grab bike. Alasan utamanya yaitu mereka selalu siap siaga tidak seperti go-jek atau grab bike yang memerlukan beberapa waktu untuk memesan dan mengkonfirmasi pesanan. Misalnya anda baru saja turun dari angkot dan perlu sampai rumah dengan segera, mungkin memesan gojek memerlukan waktu tetapi jika ada pengkolan ojek bisa menjadi alternatid cepat.

Post ini saya buat karena banyak sekali yang bertanya kenapa semua ojek biasa tidak menjadi gojek atau grab. Banyak faktor lain yang tak memungkinkan menjadi gojek, mungkin karena motornya tidak layak, stnk mati, atau bahkan tidak ada ktp. 

Ular tangga sosial

Kali ini gue bakalan ngebahas dengan bahasa informal karena untuk beberapa memang ada artikel yang harus dibahas dengan formal ataupun informal dan itupun tergantung dengan pembahasan.

Oke, pembahasan gue kali ini tentang panjat sosial. Sering denger kan? menurut lo apasih panjat sosial, hah? lagunya roy ricardo? bener, itu lagunya roy ricardo tapi artinya? sebelumnya kita cari contohnya dulu biar lebih gampang. Lo sering liat temen lo minjem barang atau uang temen terus di pamerin entah ke media sosial ataupun secara langsung demi mendapatkan ketenaran dan status sosial? itu namanya panjat sosial, memaksakan atau memanjat status sosial. Panjat sosial bukan tentang lo minjem barang terus dipamerin biar lo keren tapi masih banyak lagi kalo lo ngelakuin hal itu. Pertama, keburukan udah pasti apalagi kalo lu ketauan pamerin barang orang. Kedua, gak sabaran dan gak mau usaha mendapatkan barang sendiri, nah ini yang menurut gue yang seharusnya gak boleh. Lo bakalan minjem barang orang setiap harinya, minjem uang dan lain lain terus dipamerin tetapi lo gak mau berusaha pake barang lo sendiri gitu, lo males, itu bakalan jadi kebiasaan dan kepuasaan diri lo sendiri.

Emangnya bisa ngilangin panjat sosial?

Panjat sosial gak terjadi di-Indonesia juga kok, gue yakin itu. Beberapa negara juga banyak dan masih banyak orang diluar sana yang berbeda negara mempermasalahkan hal yang kurang lebih sama. Panjat sosial udah jadi sistem sosial tersendiri di masyarakat dan butuh waktu yang lama supaya ilang. Menurut gue pribadi, lo teriak-teriak dimedia sosial kalo panjat sosial itu buruk, cacat, atau sebagainya gak bakal bisa ilang. Panjat sosial pasti bakalan selalu terjadi secara terbuka maupun terselubung. Tetapi dengan lo teriak-teriak dimedia sosial itu bakalan bikin orang yang tadinya minjem barang lo terus dipamerin bakalan sadar dan gak akan ngulangin lagi. Dan satu lagi, dengan lo teriak atau ngomongin kalo si A ketauan pamer pake baju si B gak masuk akal aja gitu, belum tentu bajunya si A itu baju minjem dari si B, emangnya itu baju cuman diproduksi 1 kali?

Tapi kan seharusnya bisa kalo dipaksain

Panjat sosial bukan masalah yang penting. Jujur aja, 99% bukan masalah yang penting-penting banget. Panjat sosial ini cuman masalah antar-individu kaya lo sama temen lo, cuman berdua doang dan seharusnya memang harus diselesain secara individu bukan ngajak temen lu ikut-ikutan masalah lo. Masih banyak masalah sosial yang harus dihilangkan dan masalah kalian dengan teman kalian yang disebut panjat sosial ini cuman 1% pentingnya bagi orang-orang.

Sebaiknya masalah panjat sosial ini diselesaikan secara pribadi atau kalo mau dibikin kapok yaa teriak-teriak dimedsos orang tersebut. Udah gitu sering kalo misalnya masalah udah selesai masih aja nyindir padahal emang udah selesai dan ini yang bakalan bikin masalah tambah panjang. Masalah sosial ini gak penting-penting banget untuk dipermasalahkan dalam skala medium ke besar karena yaa emang gak penting. Dan bagi lo yang minjem barang buat keperluan pribadi tapi taunya buat dipamerin yaa status sosial lo yang udah lo dapet dengan cara makeup sana-sini, ganteng sana ganteng sini, atau main kemana-mana itu bakalan merosot kaya lo main ular tangga.

Larangan tanpa alasan

konten ini tidak sama sekali mengandung ajaran untuk menganut paham komunisme

Selamat malam, saya kali ini akan membahas tentang sesuatu yang sering dilarang. Apa itu larangan? larangan adalah suatu perintah dari seseorang untuk mencegah kita melakukan sesuatu, begitu bukan? Seandainya anda ingin sekali memiliki sebuah gadget yang selama ini anda incar tetapi seseorang melarang anda dan menganjurkan untuk tidak tetapi ketika anda tanya mengapa ia malah diam saja? Maka dari itu saya akan membahas sesuatu yang bersifat ekstrim kali ini, komunis.

Iya, saya tau komunisme itu buruk, pelaksanaannya. Tetapi paham teori ideologi yang diciptakan dan dikembangkan oleh Karl Marx dan Friedrich Engels ini justru menjadi pengaruh buruk di negeri kita ini. Banyak yang bilang “Jangan jadi komunis. Komunis calon neraka!” atau yang paling sering kalian dengar itu katanya BI menaruh logo palu arit di mata uang Indonesia yang baru dan isu ini tersebar luas karena media sosial. Baiklah kalo kita memang dilarang untuk menganut ideologi atau paham komunisme bisa kami terima tetapi apa alasannya untuk tidak menganut?. Banyak diluar sana yang teriak komunis itu buruk dan komunis itu harus dibasmi tapi mereka sendiri tidak mengerti apa itu paham komunisme.

Saya akan menjelaskan secara singkat dan bahasa awam, paham komunisme yang diciptakan oleh Karl Marx ini bertujuan agar adanya kesetaraan antara manusia seperti semuanya dibayar sama, semua mempunyai peluang yang sama dan semua mempunyai edukasi yang sama, menarik bukan? tetapi mengapa tetap saja buruk?. Dibeberapa negara besar dimana komunis dikembangkan selalu saja gagal karena ideologi komunis ini tidak memiliki tes atau bukti untuk membuktikan paham ini akan sukses atau tidak karena komunis itu adalah pseudosains dan inti masalahnya jika komunis adalah ideologi sebuah negara maka akan ada yang namanya diktaktor. Diktaktor proletariat ini yang memegang seluruh kekuasaan penuh sebuah negara.

Bayangkan sebuah negara yang memiliki kediktatoran proletariat yang memegang kekuasaam yang begitu besarnya, pasti akan timbul korupsi, pembunuhan massal dan kerugian lainnya seperti yang terjadi di China pada masa pemerintahan komunis Mao Zedong yang membunuh massal lebih dari 50 juta orang karena menentang dengan ajaran dan paham Mao. Maka dari sinilah bisa disimpulkan bahwa komunis itu buruk dan sudah tertera jelas komunis itu adalah paham ideologi yang dilakukan begitu saja secara meluas tanpa tes untuk membuktikan apakah akan berhasil atau tidak.



Kenakalan Remaja

Sepertinya ini pertama kali saya menulis sebuah artikel di WordPress tetapi langsung saja ke bahasan kita.

Apasih yang dimaksud dengan Kenakalan Remaja? sebelum kita masuk ke inti pembahasan kita alangkah baiknya kita mengetahui definisinya dulu.Kenakalan Remaja menurut orang-orang secara singkatnya itu adalah kenakalan yang dibuat oleh remaja, memang benar tetapi menurut saya itu adalah suatu kenakalan yang disebabkan oleh remaja dan bersifat merusak maupun individu ataupun orang lain yang tak terlibat. Jadi, kenakalan-kenakalan ini yang nantinya akan ditanggapi oleh masyarakat atau kelompok sosial yang merasa bahwa yang mereka lakukan itu salah, baik positif maupun negatif.

Kenakalan Remaja yang kita kenal sekarang ini tak jauh dari narkoba. Jujur saya memang murid SMA dan saya memiliki pergaulan yang agak miring sebenarnya. Saya disini menjadi saksi kenakalan remaja yang diperbuat oleh teman saya dan kenakalan ini bervariasi menurut beberapa anak murid. Mulai dari membantah guru, merokok dikamar mandi, dan bahkan cabut jam pelajaran. Ketiga hal tersebut tak akan luput dari sekolah manapun walau mungkin salah satu dari ketiga kenakalan tersebut ada yang sudah dieksterminasi oleh pihak sekolah. Saya tidak dapat memantau perbuatan teman saya diluar sekolah karena itu adalah hak diri mereka untuk tidak dipantau atau diikuti tetapi disini saya sering sekali memantau kenakalan yang selalu disebabkan oleh anak remaja seusia saya. Narkoba menjadi salah satu pelaku utama atas penyebabnya kematian remaja yang seharusnya menjadi seseorang yang berguna dimasa depan. Lagi dan lagi pergaulan adalah faktor paling utama dan tertinggi untuk menjelaskan masalah ini.

Kenakalan remaja ini sudah berada sejak lama bahkan sebelum saya lahir saya yakin bahwa kenakalan remaja itu dari dulu sudah, contohnya tawuran yang suka dilakukan oleh pelajar era 90-an. Pelajar pada era tersebut melakukan tawuran sebagai hiburan. Selang waktu berjalan, tawuran mulai mereda dan kembali memuncak pada tahun 2012. Pelajar pada era 90-an harus waspada dan khawatir memakai seragam ketika menaiki bis karena bisa saja dikeroyok oleh pelajar sma lain. Tetapi pada zaman sekarang ini pelajar bebas menaiki bis ataupun angkutan umum tanpa merasa khawatir akan dikeroyok oleh pelajar lain, hal ini menjadi bukti bahwa tawuran sudah mereda tetapi pelajar sekarang lebih mengutamakan naik kendaraan bermotor daripada menaiki kendaraan umum. Mungkin saja karena pelajar membawa kendaraan bermotor tawuran pelajar sudah tidak menjadi tren lagi tetapi hal ini memberi untung bagi para pembisnis begal atau mungkin tawuran itu memang sudah tidak menjadi tren lagi? alasan ini menurut saya yang mungkin bisa disetujui karena hiburan pada saat kini sudah banyak dan tidak terbatas, mulai dari warnet hingga penggunaan smartphone berlebihan. Alasan ini saya setujui karena dulu pelajar butuh hiburan maka mereka tawuran, kalau sekarang mungkin hiburan sudah terlalu banyak dan tawuran itu bukan tren lagi.

Pembahasan ini membawa keujung pembicaraan. Solusi untuk mengatasi kenakalan remaja ini adalah mensubtitusi waktu diluar sekolah dengan waktu yang berharga. Pengawasan orang tua perlu dilakukan secara ketat. Saya sebagai pelajar jujur saja saya harus mengatakan bahwa kebutuhan masing-masing murid berbeda dan tak akan pernah sama jadi tindakan untuk mengatasi kenakalan remaja itu adalah memperlakukan murid berbeda beda sesuai kebutuhan mereka, bukan memperlakukan mereka dengan cara yang sama atau hasil yang keluar akan sama saja.