Up & Date

Untitled design (1).png

Sekian lama gak posting. Gimana kalau gua ringkas aja semua updatenya jadi satu?

Gue ribet mikirin sekul, gua dapet rank 8, masuk kelas unggulan, jadi ketua kelas, banyak komplen dikelas, dan sekarang inilah gue yang jadi ketua kelas “unggul-unggulan”.

Singkat cerita aja, gua mau sharing apa yang gua rasa patut di share. Oiya, ini berkaitan sama sekolah gue.

Sekolah baru-baru ini bikin kantin, proyeknya udah dimulai dari sebulan yang lalu (terhitung tanggal 10 Juli udah ada pondasinya). Bentuk kantinnya persegi panjang, sekilas mirip kios kecil dan ukurannya bervariasi. Yang paling ujung kiri itu untuk koperasi dan ukurannya sedikit lebih besar terus sisa empatnya itu disisain buat penghuni kantin. Kantinnya juga bersih, lantainya putih, dan bentuknya kubus. Tetapi karena kantinnya seperti kios, didepannya gak ada tempat duduk-duduk ataupun meja kaya di warung Bude.

Yaa gue berharap sih penghuni kantin yang nantinya bakal nempatin bisa jaga kebersihan kantin dan segala lingkup “ke-kantinan”. Lebih baik kita analisa yuk kenapa sekolah bikin kios kantin yang mengarah ke depan gedung B.

Pertama, dengan alasan kebersihan. Sekolah mau ngejaga kebersihan dan menyempurnakan kebersihan di lingkungan sekolah. Kalian tau sendiri kalau kantin kita sekarang (Bude dan Warung Mie) berdiri di atas tanah orang dan bukan tanah sekolah. Kalau kalian perhatiin, pernah gak Mang Bobby atau Mang Udin ngebersihin sekitar kantin? Jawabannya enggak, itu karena beliau-beliau gak ditugasin buat ngebersihin lapak/tanah orang lain. Bude dan Pa’de ngebersihin warung mereka secara independen kadang di bantu nenek-nenek yang biasa mampir. Kalau kalian perhatiin juga, sampah yang ada disekitar warung Bu’de itu berserakan dimana-mana dan sampah-sampah itu gak pernah di alokasiin ke samping portal sekolah (dimana sampah sekolah dikumpulin kedalam plastik-plastik hitam yang nantinya diangkut sama truk kebersihan setiap 3/2 kali seminggu). Dengan adanya kantin yang berada di dalem lingkungan sekolah ini, sampah dan segala macem urusan kebersihan jadi lebih gampang di monitor. Sayang didepan kios-kios kantin belum disediain tempat duduk dan meja yang standar, tetapi menurut pandangan gue dengan tersedianya meja dan tempat duduk di samping warung bude, itu nanti bakal dipindahin ke depan kios-kios kantin. Yaa tapi tetap sajalah gak imbang banget keliatannya, kios yang disemen dan dipasangin lantai tapi tempat makan sama duduknya dari kayu reyot. Mungkin kedepannya kantin 16 dibikin indoor, lantainya 4, dari 2 ke 4 ada kamar kost (cocok buat siswa/i yang suka telat bisa tidur disini atau yang lagi belaga broken home mau kabur tapi gak mau skip sekolah juga bisa), hidup bapak presiden 16 kita 3 periode.

Kedua, sekolah butuh pendapatan. Sempet gue bicara sama Bude ngomong ngalor-ngidul tentang kantin 16 kita. Itu katanya harga sewa kios kantin akan lebih mahal dibanding harga sewa ditanah orang. Mungkin disini kita harus melihat poin-poin penting karena biayanya agak sedikit mahal;

  • Kebersihan. Gue udah ngomong tadi di paragraf sebelumnya, kalau kantin di letakkan di dalam sekolah, kebersihan lebih gampang di monitor, petugas kebersihan (Mang Bobby dan Mang Udin) bisa di tugasin buat kebersihan kantin juga, biaya pengelolaan juga termasuk karena di dalam kios kantin tersedia wastafel buat bersihin piring atau alat makan/masak lainnya, terus juga tersedia tempat buat naro piring, dibawahnya bisa buat naro gas lpg dan diatasnya bisa buat naro kompor.
  • Pengelolaan. Biaya pengelolaan juga termasuk karena di dalam kios kantin tersedia wastafel buat bersihin piring atau alat makan/masak lainnya, terus juga tersedia tempat buat naro piring, dibawahnya bisa buat naro gas lpg dan diatasnya bisa buat naro kompor. Mungkin kalian bertanya Air, Listrik, Gas LPG di tanggung sekolah gak? Untuk tagihan air per kios, gas lpg, dan listrik sepertinya di tanggung pemilik kios soalnya udah jelas banget kantin ini modelnya kaya kios jadi biaya operasional ditanggung pemiliknya.
  • Pendapatan. Hal ini sensitif, gue gak berani bicara banyak tapi satu hal yang gue lihat pastinya pendapatan sewa kios ini di arahkan ke hal-hal yang lebih baik dan mungkin dalam beberapa waktu yang dekat kita bisa duduk di tempat duduk dan makan di tempat makan yang layak atau mungkin dananya bisa di alokasiin ke lapangan? Pembuatan gerbang (yang bisa digeser-geser)? Gedung baru buat siswa/i ngekost? Floating garden? Floating market? Tenda biru? Indomaret/Alfamart? Who knows.

Mungkin itu aja poin-poinnya, oiya beberapa poin lagi yang mungkin bisa di pertimbangin oleh kalian semua.

  • Nyamuk. Seriously, mau pagi-siang-sore-malem ada aja nyamuk. Kurang nyaman kalo kita makan dikit-dikit ada nyamuk, udah gitu nyamuknya gede. Faktor ini sih karena letak geografis kita terlalu deket sama kebon. Karena kemarin kantin bude lokasinya agak lebih menuju ke kebon, semoga kios kantin yang lokasinya agak sedikit berjauhan dari kantin bude bisa ngebuat nyamuk cape terbang jauh-jauh.
  • Meja dan Bangku. Gambarnya cuman ilustrasi. Tolong, ini bukan wujud asli meja dan tempat duduknya. Bude dan Pade punya alasan kenapa meja dan bangku mereka gampang rusak dan reyot soalnya itu semua kayu bekas. Kayu bekas yang udah reyot, dimakanin rayap pula, bahkan ada satu meja yang udah bolong dan bangku yang dikit lagi patah. Harapannya ketika kios kantin udah beroperasi, tolonglah kalo mau meja bangkunya pake bahan dari kayu setidaknya meja dan bangku dari kayu yang sejenis, masih baru, gak perlu mahal-mahal.
  • Tenda. Karena, tenda biru sekarang yang ada di kantin bude itu udah mau roboh, atasnya juga sering keisi sama air dan daun-daunan rontok, susah dibersihin, dan juga udah robek beberapa. Image result for tendaGambarnya mungkin bisa jadi referensi. Beberapa tiang, kerangka atap, dan tenda biru udah lumayan banget. Konsepnya juga minimalis , jadi setiap kena hujan airnya gak diem disatu lokasi dan menggelembung kebawah soalnya itu yang bikin tenda gampang bolong. Fiber, Meskipun fiber atap terbilang kuat, kalau hujan jadi berisik banget dan lokasi kiosnya didepan gedung B persis. Menurut gue tenda ini mesti kayaknya, biarpun kita makan berdiri atau duduk sila di tanah, yang penting gak kepanasan, he.

Untuk kali ini cuman permasalahan kantin aja yang kita bahas. Selebihnya semoga artikel ini ditengok oleh para pengurus sekolah, itung-itung referensi dari suara siswa/i yang-terluka-hatinya-disebabkan-oleh-gigitan-nyamuk-kebon dan kalo-makan-kadang-gak-nyaman-karena-sampah-berserakan.

By the way, cuman Bude yang sekarang ini berani nyewa kios kantin. Untuk kedepannya kita berharap saja ada pedagang jauh dari negeri timur-tengah atau bangsa eropa untuk membeli rempah-rempah.

UPDATE: Yay, kantinnya punya atap yang memanjang sekitar 10-15 meter kedepan. Tinggal bangku dan meja doang nih!

Tugas Sekolah

Beberapa hari yang lalu gue nulis tentang pembanding kelompok dan ternyata salah dan udah gua share siapa tau bsia jadi manfaat. Tapi gue bikin pembanding kelompok lagi tentang satu organisasi yaitu Perhimpunan Indonesia. Review pembanding kelompok ini murni bahasan dari gue sendiri jadi bakal gue share hari rabu, karena hari selasa nya gue maju presentasi. Semoga jadi manfaat.

Lanjutan Pembanding Kelompok

Sangat asyik sekali bukan membahas review dan mengkritik hasil review? Tentu karena itulah kemauan guru kami. Persaingan adalah suatu hal yang wajar dan setiap manusia mendapatkan persaingan dikehidupan mereka. Persaingan ini bisa berupa dalam hal pelajaran, akademis, kemampuan, dan masih banyak lagi untuk disebutkan. Tujuan dari persaingan dan pengkritikan ini adalah membandingkan kelompok kami dengan kelompok sebelah. Kami ditugaskan harus bisa membuat kelompok kami terlihat lebih superior dan terkesan lebih menarik untuk dibahas maka dari itu dibuatlah pengkritikan massal ini. Paragraf selanjutnya akan membahas Perhimpunan Indonesia. Continue reading “Lanjutan Pembanding Kelompok”

Pembanding Kelompok

Jadi kemarin gue baru aja pengen nyelesain tulisan pembanding tapi kata temen gue itu salah yaa jadi daripada dibuang… mending dishare disini aja, mungkin bermanfaat.

Setelah kesempatan kedua yang diberikan oleh guru kami akibat kecerobohan kami telat datang untuk mempresentasikan hasil kerja kami selama beberapa minggu terakhir, namun hal ini, kesempatan kedua ini akan kami manfaatkan sebaik mungkin agar tidak menjadi suatu kekecewaan yang diperbuat oleh kami lagi. Namun usaha kami akan kami maksimalkan semaksimal mungkin untuk memenuhi dan mengejar ketinggalan nilai. Metode kami ini sebagai permintaan maaf dan terima kasih untuk pemberian kesempatan kedua ini yaitu dengan mengkritik atau membandingkan organisasi-organisasi yang direview oleh para murid dengan organisasi yang kami review yaitu Budi Utomo dan secara teknis karena ini Budi Utomo adalah materi pembelajaran kelompok kami maka kami akan membuat organisasi yang membawa kelompok kami ini menjadi superior diantara kelompok-kelompok lainnya, dengan begitu pembandingan antara organisasi yang sudah kami review terasa puas dan lega. Pembandingan ini bukanlah pembandingan yang mudah karena disebabkan oleh berbagai macam faktor dan kami akan selalu menggunakan akal sehat dan logika sebagaimana kami mengkritik apa yang murid lain tulis dan review dan ini bukanlah tugas yang singkat bisa dikerjakan dalam sehari semalam tetapi akan butuh waktu kurang lebih seminggu untuk menuntaskan pembandingan ini. Kami tidak menggunakan metode satu kertas satu organisasi tetapi sebanyak banyaknya yang bisa kami peras dari organisasi tersebut akan kami tulis dibawah paragraf ini juga dan akan terlihat banyak sekali halaman karena ini bukanlah satu organisasi saja melainkan ganda atau lebih. Namun kami ingin memperjelas agar tidak terjadi kesalahpahaman bahwa dibawah paragraf kami ini akan kami tulis kritikan, perbandingan dan lain lain dan kami tidak hanya menggunakan satu sumber data tetapi kami mengambil sumber data dari Internet, tetapi harus kami lebih perjelas lagi bahwa data yang kami ambil dari Internet merupakan data valid atau data yang terdukung keberadaannya berarti bukan sembarang data yang kami peroleh untuk membandingkan semua kelompok ini. Pada akhirnya kami harus meminta maaf juga kepada teman-teman kami karena review mereka akan kami kritik keberadaannya dan ini merupakan salah satu syarat persaingan tugas kelompok yang diberikan guru kami. Persaingan merupakan hal yang sangat menyenangkan bukan?

Baiklah kita mulai memasuki tahap pengkritikan data review teman-teman kami, pengkritikan ini tidak hanya berbasis dan memikirkan hanya dari salah satu pihak saja namun dari kedua belah pihak. Kami akan menyatukan pendapat dari teman-teman kami dan kami akan mencoba mengoreksi dan memberikan hipotesis untuk memberikan jawaban atas keberadaan pendapat teman kami. Tetapi tetap, pembandingan ini ditujukan untuk membuat kelompok kami superior terhadap kelompok yang lain maka dari itu kami akan mencoba sebisa mungkin agar kami dan kelompok teman kami mendapatkan hasil yang memuaskan dari pembandingan massal ini. Untuk memulainya kami memiliki 2 kelompok yang sudah mengirimkan datanya kepada kami yaitu Indische Partij dan Perhimpunan Indonesia dan akan kami mulai dari Indische Partij terlebih dahulu karena menurut kami, organisasi yang hidup sementara ini dapat dijadikan bahan pembanding yang singkat jelas dan padat. Setelah itu disusul oleh Perhimpunan Indonesia dan kelompok kelompok lainnya.

Mengingat bahwa kelompok kami wajib membandingkan kelompok lain maka dari itu kami akan mempelajari materi kelompok lain. Indische Partij contohnya yang akan menjadi bahasan diparagraf ini, organisasi yang sangat cepat masa hidupnya dan didirikan oleh tiga serangkai yang membuat kami bertanya-tanya siapa pembuat atau pendiri dibalik Indische Partij ini dan apa motifnya bagi kemerdekaan Indonesia? Setiap organisasi penting diIndonesia memiliki motif tersendirinya untuk memajukan bangsa Indonesia ini dan yang paling menarik untuk dibahas adalah cara pelaksanaan organisasi-organisasi ini dan inilah yang menjadi suatu hal untuk membandingkan kelompok kami yaitu Budi Utomo dan Indische Partij. Dimulai dengan membaca kesimpulan review kelompok Indische Partij ini sepertinya kurang lebih mirip dengan kesimpulan review namun harus kami hargai bahwa membuat kesimpulan merupakan salah satu pekerjaan sulit karena kesimpulan itu adalah kunci suksesnya sebuah review. Pada bagian akhir review, pendapat yang dikeluarkan oleh kelompok ini bertuliskan “Kami akui jika organisasi ini bertahan lama, maka akan banyak perubahan yang terjadi sekarang.”, membuat kami bertanya apa dasar pendapat yang baru saja mereka keluarkan? Organisasi ini ingin menyetarakan agar semua ras di Hindia-Belanda mendapatkan kesetaraan berarti organisasi ini mengincar prinsip multikultural. Tentu saja organisasi ini berani berpolitik karena tujuan mereka satu dan sama dengan organisasi lainnya yaitu membuat bangsa Indonesia merdeka. Tetapi sayangnya cara mereka bisa disebut terlalu buru-buru dan bisa dipastikan sesuatu yang buru-buru atau memakan waktu cepat itu namanya revolusi, bukan begitu? Kami akui jika para pendirinya adalah penyebab rasa patriotisme di bangsa ini tetapi yang menjadi pertanyaan di benak kami mengapa sepertinya organisasi ini terburu buru dalam mem-propaganda kan kemenangan partai mereka ini? Jawab yang hanya kami dapat itu adalah cara mereka melakukan organisasi ini yaitu tergesa-gesa dalam kemerdekaan Indonesia sehingga mereka menciptakan revolusi yang hanya setengah-setengah namun tidak berefek untuk jangka panjang dan hal ini yang membuat organisasi lainnya menjadi waspada agar untuk tidak memaksakan mimpi organisasi terlalu cepat. Tentu saja organisasi ini tidak dapat bertahan lama karena sikap yang dikeluarkan Ki  Hadjar Dewantara dengan membuat buku Als ik eens Nederlander was (Seandainya Saya seorang Belanda), sikap ini menunjukkan rasa revolusioner yang sakit hati atas pemerintah belanda. Tentu semua organisasi merasa tersakiti hati mereka karena bangsa tersebut diinjak dan ditindas oleh penjajah namun dilubuk hati pemikiran organisasi seperti Budi Utomo selalu ada perasaan untuk memerdekakan bangsa ini. Organisasi kelompok kami merupakan salah satu contoh baik untuk menghindari penumpasan atau pembantaian organisasi-organisasi lainnya oleh Belanda karena organisasi kami bersifat moderat, kooperatif dan tidak mengeluarkan perhatian yang mengancam pemerintahan kolonial belanda sehingga organisasi Budi Utomo dapat bertahan lebih lama daripada organisasi ini dan kami sangat menghargai apa yang sudah diperbuat oleh organisasi Indische Partij ini, membangkitkan rasa patriotisme dan nasionalisme. Kami tidak bermaksud untuk berkata bahwa apa yang dilakukan organisasi Indische Partij adalah sebuah kesalahan namun kami bermaksud untuk berkata bahwa cara yang dilakukan organisasi ini agak sedikit salah sehingga menyebabkan organisasi ini harus berlutut dihadapan Belanda dan anggotanya berpindah ke organisasi Sarekat Islam yang berujung pada akhirnya kami harus berkata bahwa organisasi ini benar jika bertahan lama, maka akan banyak perubahan yang terjadi namun harus diingat kembali bahwa faktor penyebab organisasi ini tumbang bukanlah karena Tiga Serangkai organisasi ini ditangkap tetapi karena adanya persaingan dengan organisasi lain sehingga organisasi ini dalam waktu singkat menghilang pengaruhnya dimasyarakat dan hal ini dibuktikan dengan besarnya pengaruh Sarekat Islam pada masa itu, jadi bisa diperjelas bahwa organisasi ini tidak akan bisa hidup lama, meskipun bisa hidup lama, ide organisasi Indische Partij ini untuk bangsa Indonesia akan tertelan dan didekam oleh organisasi lainnya yang lebih superior dibidang yang sama dan lebih mendapatkan pengaruh bagi masyarakat maka argumen yang dikeluarkan organisasi ini tidak valid mengingat keberadaan Sarekat Islam yang menjadi pengaruh besar dan organisasi ini kehilangan atau kalah jumlah anggota dan pendukungnya dari organisasi lain. Tentu organisasi ini berperan dalam kemerdekaan bangsa Indonesia tetapi hanya anggota “bekas” Indische Partij yang membawa ide dan pemikiran patriotisme dan disisipkan kedalam induk organisasi mereka yang baru sehingga ide patriotisme dari para individu masih terdengar.

 

 

 

 

Tahap 4

Memang sangat terlihat jelas bahwa saya mengutip dari buku Boedi Oetomo itu sendiri tetapi, saya tidak mengutip secara keseluruhan melainkan hanyalah poin penting-penting saja bagi saya yang selanjutnya akan saya kembangkan menjadi sebuah kalimat pribadi dari saya sendiri. Tahap ke 4 ini berdasarkan dari halaman sekian sampai dengan sekian,

Masyarakat Jawa yang mengadopsi sistem Kasta

Pada hakikatnya manusia, yang paling tinggi ialah penguasa. Memang tentu itu benar dan selalu saja diklasifikasikan kedalam level-level tertentu, tak ayal jika kita bisa melihat bahwa ada struktur organisasi yang agak mirip seperti kasta pada ajaran agama Hindu tetapi struktur organisasi memang jelas untuk tujuan yang berbeda seperti mengatur jalannya organisasi, mengatur dan merancang. Tetapi yang kita bicarakan ini adalah sesuatu yang luas, sesuatu yang menjangkau luas seperti kasta pada masyarakat Jawa. Menurut Wahidin Soedirohoesoedo, masyarakat Jawa sudah melebur ke sistem kasta hindu. Pendapat ini dikemukakan dengan dorongan bukti yang nyata, contoh priyayi menjadi kasta teratas dan pribumi rakyat bawah menjadi kasta sudra. Hal ini sangat sekali memperihatinkan sekali bagi masyarakat Jawa pada masanya itu, adapula kerugian dan keuntungan yang didapat jika priyayi menjadi kasta teratas. Soedierohoesoedo mengira bahwa ia mampu meningkatkan pendidikan bagi kaum priyayi dan memajukan pendidikan menggunakan cara barat, mengapa demikian? Alasan utamanya jika ia memajukan pendidikan dengan cara barat, maka kaum Elite Jawa yang sudah berpendidikan baik akan mendidik rakyat yang terbawah atau rakyat bawah mengikuti jejak pendidikan Elite Jawa, cara ini bisa dibilang cukup mudah diterima karena seperti yang saya bilang pada tahap 3 artikel sebelumnya. Memiliki pendidikan barat dapat meningkatkan derajat kecerdasan para pribumi secara menyeluruh dan bukan hanya dikalangan priyayi. Namun sayangnya pendapat ini ditentang oleh Mas Mangoenoesodo dengan alasan ia takut bahwa jika menggunakan pendidikan barat makan budaya barat juga akan masuk ke bangsa kita ini dan akan menyulitkan rakyat pribumi dimasa mendatang. Ketakutan dan rasa pesimis ini didorong oleh faktor budaya pribumi yaitu budaya timur yang sangat santun. Kemudian pendapat Mas Mangoenoesodo dan Wahidin Soedirohoesoedo dapat dibilang melebur menjadi satu dan muncul pendapat dokter Radjiman Wedyodiningrat. Ia berpendapat bahwa, orang Jawa harus memiliki pendidikan Barat dan hidup sebagai orang Timur agar nanti tidak menjadi proletariat yang terpelajar. Pendapat yang dikemukakan oleh dokter yang gemar menganjurkan keseimbangan antara budaya Barat dan budaya Timur ini tidak sembarang menaruh pendapat. Mengapa kita harus mendapat pendidikan Barat dan hidup sebagai orang Timur? Seperti halnya kita hidup pada masa kini, kita bisa menjangkau luas berbagai informasi akibat adanya globalisasi, kita bisa memahami dan membaca buku sebebasnya karena kita paham bahasa lain sebab kita diajarkan oleh orang Barat tetapi kita tetap hidup sebagai orang Timur. Alasan dokter Radjiman ingin bangsa ini seperti itu agar nantinya ketika pribumi atau elite Jawa memiliki pendidikan Barat, ia tak ingin kesopanan dan adat istiadat Timur terganggu gugat. Melihat buruknya budaya Barat seperti menjajah. Namun itu semua kembali ke spekulasi masing masing terhadap budaya menurut daerah masing masing.

Hampir menjadi organisasi politik

Salah satu fakta yang tak bisa dihindari adalah perbedaan pendapat. Setiap organisasi pasti dan wajib memiliki perbedaan pendapat, hal tersebut bersifat positif tentunya dan harus disetujui oleh seluruh anggota organisasi sebelum slaah satu pendapat dipilih menjadi tujuan. Seperti halnya Boedi Oetomo, setelah beberapa pendapat di kongres pertama dikemukakan, hampir saja menjadi organisasi politik. Hal ini diutarakan oleh Tjipto Mangoenkoesoemo, pemuda radikal yang berpendapat bahwa pendidikan harus secara menyeluruh dari bawah (rakyat pribumi) dan bukan dari atas (priyayi) namun tetap saja kubu Wahidin lebih diterima karena tujuan utama Tjipto adalah ingin mengubah organisasi ini menjadi politik.

Persaingan Boedi Oetomo dengan Organisasi Priyayi

Sebelumnya, organisasi priyayi terbentuk karena sakit hati. Mereka merasa terlecehkan oleh Boedi Oetomo. Mereka merasa kehormatannya dipertaruhkan oleh Boedi Oetomo sehingga mereka membentuk organisasi bupati se-jawa dan madura. Kemudia para pemimpin Boedi Oetomo merasa jengkel karena perbuatan organisasi para priyayi ini mencuri perhatian dan mempengaruhi masyarakat Jawa. Karena pada dasarnya organisasi priyayi ini ditujukan karena mereka sakit hati merasa dilecehkan dan seharusnya priyayi yang memimpin makan organisasi ini bertujuan sosial. Tetapi haruskah para priyayi membuat organisasi seperti itu dan pantas kah? Bisa disebut bahwa Boedi Oetomo memerangi orang orang yang malas, bersantai-santai dan berleha-leha seolah tidak terjadi apa apa. Tetapi tujuan Boedi Oetomo lebih mulia dibanding nama organisasi priyayi pada tahun 1913, “Tujuan Mulia”. Boedi Oetomo memang lebih mementingkan kalayang priyayi karena mereka berfikir bahwa dari situlah perubahan dapat dimulai namun para priyayi tinggi yang menganggap priyayi rendahan Boedi Oetomo tidak pantas menjadi pemimpin. Lantas kenapa? Karena sebuah kehormatan bagi mereka adalah harus, kehormatan yang harus didapat. Bagaimana bisa seorang yang tinggi, memiliki kehormatan tetapi tidak dapat mengatur rakyat dengan baik? Priyayi, apakah mereka pemimpin asli masyarakat Jawa? Jika mereka pemimpin asli, mengapa tidak bertindak untuk memperbaiki dan bersatu untuk membuat rakyat bawah menjadi lebih terdidik dan berevolusi. Hal ini hanya sekedar ke-egoisan para priyayi yang sangat menyegani siapapun yang menyentuh kehormatan mereka. Mereka tak ingin berbagi kekuasaan, begitu juga dengan kehormatan. Mereka tidak ingin ada orang lain yang rendahan dapat memimpin rakyat untuk berubah, karena menurut para priyayi tinggi ini sudah cukup mereka saja yang mengurus.

 

 

 

Tahap 3 : Elite Jawa, Vrijmetselarij, dan Budi Utomo

Tahap 3 : Elite Jawa, Vrijmetselarij, dan Budi Utomo

Akhirnya saya bisa menulis review tentang apa yang saya baca, yaitu buku Boedi Oetomo : Awal Bangkitnya Kesadaran Bangsa begitu juga dengan skripsi yang sedikit berkaitan dengan Boedi Oetomo. Review ini menurut saya spesial karena kalian tau sendiri saya ini cuman anak SMA yang kemampuan menulis dan menalisis nya masih kurang dan saya bener bener menekuni ini demi nilai Sejarah saya

Continue reading “Tahap 3 : Elite Jawa, Vrijmetselarij, dan Budi Utomo”