Lanjutan Pembanding Kelompok

Sangat asyik sekali bukan membahas review dan mengkritik hasil review? Tentu karena itulah kemauan guru kami. Persaingan adalah suatu hal yang wajar dan setiap manusia mendapatkan persaingan dikehidupan mereka. Persaingan ini bisa berupa dalam hal pelajaran, akademis, kemampuan, dan masih banyak lagi untuk disebutkan. Tujuan dari persaingan dan pengkritikan ini adalah membandingkan kelompok kami dengan kelompok sebelah. Kami ditugaskan harus bisa membuat kelompok kami terlihat lebih superior dan terkesan lebih menarik untuk dibahas maka dari itu dibuatlah pengkritikan massal ini. Paragraf selanjutnya akan membahas Perhimpunan Indonesia. Karena kelompok yang menulis Perhimpunan Indonesia ini begitu konstan dan memerhatikan tulisan mereka maka dari itu kami tidak akan mencari kesalahan yang diperbuat oleh anggota kelompok yang menulis review perhimpunan indonesia ini namun yang kami cari itu adalah kesimpulan. Dengan kesimpulan kami akan mencoba membandingkan ide kesimpulan kelompok Perhimpunan Indonesia ini dengan ide kesimpulan kelompok kami kemudian kesimpulan itu akan dicoba kebenarannya melalui hal yang sudah ditulis dalam review kelompok teman kami dan kami. Mengingat organisasi ini adalah organisasi yang hampir mirip dengan Budi Utomo karena pondasi organisasi ini berisikan para pemuda pelajar dari bangsa Indonesia. Tentu saja kami membaca terlebih dahulu dan bahkan berkali-kali agar pendapat yang nantinya kami keluarkan tidak memicu kekeliruan bagi kedua pihak dan agar bisa diterima dengan lega.

Yang baru saja kami baca dari review kelompok teman kami, terdapat kalimat disalah satu paragraf yaitu pemerintah Belanda mengadakan pendidikan di bangsa kita ini hanya untuk memangkas biaya buruh karena menggunakan orang pribumi yang memiliki pendidikan untuk bekerja lebih jauh efisien dan lebih murah harganya daripada harus membawa buruh berpendidikan dari Belanda. Untuk tidak membuat kebingungan justru hal ini lah yang membuat organisasi seperti Budi Utomo memperlihatkan diri mereka. Menurut kami, sangat tidak mungkin pendidikan yang diselenggarakan Budi Utomo hanya untuk memangkas biaya buruh namun organisasi Budi Utomo menciptakan pribumi yang berpendidikan dengan diberikan kebebasan berfikir untuk bangsa, bukan hanya terdidik untuk memiliki suatu kemampuan pekerjaan tetapi peran penting Budi Utomo dalam pendidikan adalah untuk menciptakan suatu pondasi pribumi yang memiliki pendidikan tentang kebebasan berpikir dan menciptakan rasa nasionalisme yang nantinya untuk bangsanya sendiri dan hal ini sangat berbeda dengan ide pendidikan yang diberikan oleh Budi Utomo. Jika pemerintah Belanda selektif dalam memilih siapa yang harus masuk sekolah karena alasan ekonomis, maka peran mulia Budi Utomo membantu para priyayi atau rakyat pribumi yang memiliki keterbelakangan ekonomis bisa melanjutkan pendidikan mereka dan sekaligus menyadarkan mereka tentang rasa nasionalisme. Peran Budi Utomo sebagai penopang pendidikan tidak hanya untuk membuat rakyat pribumi menjadi pegawai belanda, namun menyadarkan para rakyat pribumi tentang rasa nasionalisme sehingga apa yang dilakukan organisasi ini mulia.

Namun membahas tentang Perhimpunan Indonesia tidak akan berhenti disini begitu saja melainkan akan kami teruskan semaksimal mungkin yang kami bisa. Ini merupakan organisasi yang menarik untuk dipelajari karena organisasi seperti Perhimpunan Indonesia dan Budi Utomo dibentuk oleh para pelajar Hindia-Belanda dan ini yang menjadi salah satu bagian menarik dalam pembanding kelompok ini. Bagaimana pun apa yang dikatakan kelompok ini menurut datanya benar bahwa Belanda mendidik rakyat bangsa agar nantinya bisa dipekerjakan diperusahaan swasta milik Belanda atau negara asing alasannya hanya untuk memangkas biaya. Tetapi berdasarkan apa yang sudah kami tinjau dan kami analisa, hal ini tidak sepenuhnya benar dan kami sudah membahas diparagraf sebelumnya tetapi ada satu hal yang bisa menjadi faktor lainnya mengapa Belanda lebih suka mempekerjakan rakyat pribumi yaitu rakyat pribumi lebih mengerti dan paham situasi lahan mereka dan ini menjadi salah satu keterkaitan dengan memangkas dana untuk pekerja. Dengan mempekerjakan rakyat pribumi, Belanda tidak usah susah-susah memberikan pendidikan tentang kondisi lahan di Hindia-Belanda karena lahan akan terus berubah secara konstan yang disebabkan oleh banyak faktor seperti curah hujan, musim panas dan hanya rakyat pribumi lah yang tahu lebih tepatnya apa yang harus dilakukan ditanah mereka dilahirkan.

Menurut kami, organisasi ini merupakan organisasi yang sulit dibandingkan karena memang organisasi ini secara kebetulan mirip sikapnya!. Mulai dari sifat organisasi ini yang moderat, tidak mengancam pemerintah Belanda dan selebihnya. Ini merupakan tantangan bagi kami untuk membandingkan organisasi ini dengan Budi Utomo, tetapi ada satu cara untuk membandingkan organisasi ini dengan Budi Utomo. Organisasi ini mengarah kepada kesejahteraan rakyat dan perekonomian masyarakat, hal ini yang membuat kami bisa memberitahu anda bahwa ada perbedaan yang mencolok antara perekonomian dan pendidikan. Tentu saja organisasi ini bersifat perekonomian karena latar belakang mereka adalah untuk menyejehterakan rakyat pribumi dan memperjelas ekonomi masyarakat akan kemana tujuannya dan hal ini lebih condong ke arah Politik Etis seperti apa yang disebutkan oleh kelompok ini dan data data dari Internet yang sudah saya temui. Namun apa gunanya Politik Etis apabila hanya menyadarkan pendidikan dan rasa nasionalisme dan bukan tentang perekonomian? Politik Etis disalahgunakan oleh Belanda sehingga pemerintahan Belanda mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya.

Tentu saja apa yang sudah disalahgunakan Belanda tidak akan pernah berujung baik karena disalahgunakan, bukan begitu? Tetapi kita harus berfikir lebih dalam bahwa Politik Etis hanya menguntungkan Belanda dari sisi perekonomian sedangkan rakyat pribumi ditinggalkan dengan pendidikan yang bisa dibilang kurang cukup. Namun mengapa hal ini bisa terjadi? Apa yang diberikan oleh Belanda adalah pendidikan selektif dan sudah dibilang pada paragraf sebelumnya, hal ini menyebabkan sempitnya pemikiran positif dan bebas berpikir sehingga kurangnya inovasi dari rakyat pribumi aslinya karena Belanda sangat mewaspadai sekali dan mengawasi setiap langkah yang digunakan untuk melawan mereka. Lain kata jika rakyat pribumi menjadi seorang anggota studieclub atau bisa disebut klub belajar. Dengan klub belajar ini rakyat pribumi bisa memiliki kebebasan dalam berpikir dan berinovasi sebesar-besarnya untuk bangsanya namun harus diwaspadai juga, tidak setiap rakyat pribumi ingin berkorban untuk bangsanya tetapi hanya sebagian pribumi yang merasa tersiksa dengan keadaan hidup mereka. Hal ini yang menjadi pertimbangan positif dan negatif pendidikan di Hindia-Belanda. Perekonomian di bangsa ini pada masa itu bisa dibilang sangat rendah bahkan uang sedikit saja bisa dianggap sudah terlalu banyak bagi rakyat pribumi dan ini yang membuat para pribumi senang jika digaji oleh pemerintah Belanda dan tidak ingin berkata apa-apa untuk kemerdekaan bangsanya karena sudah merasa nyaman dengan apa yang ia dapatkan.

Perbandingan ini bukan apa-apa menurut kami mengingat Budi Utomo, sebuah organisasi yang menerima dari berbagai kalangan untuk mendukung berjalannya organisasi seperti Budi Utomo maju dalam segi politik dan pendidikan. Ketika kami membaca tentang Perhimpunan Indonesia, sepertinya apa yang diceritakan atau ditulis oleh teman kami masih samar dan tujuannya masih kurang jelas. Tetapi kami tetap memaksakan diri untuk mencari tahu dan organisasi ini hanyalah bersifat politik. Politik yang dilakukan oleh organisasi ini memperkenalkan bangsa Hinda-Belanda ke negara-negara luar sana. Organisasi ini secara intensif membahas tentang politik, sistem politik dan pengaruh politiknya diIndonesia namun kami tidak bisa membantah apapun ketika sudah masuk kedalam politik, organisasi kami merupakan organisasi politik dikemudian harinya tetapi tetap mengedepankan nilai moral pendidikan agar nantinya, rakyat pribumi memiliki kebebasan berpikir dan ini yang menurut kami sangat penting sekali untuk rakyat pribumi.

Setelah kami membahas Perhimpunan Indonesia, rasanya samar-samar sekali dan sulit untuk meraba apa yang kelompok teman kami coba untuk menjelaskan data mereka. Tetapi apa yang kami dapat hanyalah organisasi Perhimpunan Indonesia hanya membahas politik dan hal ini bisa dibilang secara garis besar benar karena data yang kami dapat dari kelompok ini sepertinya mencoba menjelaskan bahwa organisasi ini berpolitik dengan benar. Hal yang hanya bisa kami bandingkan hanyalah antara pendidikan dan politik. Tentu kedua hal ini sama jika ruang lingkup mereka sama tetapi ketika ruang lingkup mereka berbeda, tentu kedua hal ini memiliki artinya masing-masing. Sebuah partai politik akan mencoba memenangkan partai mereka terlebih dahulu baru mereka akan mencoba menanggapi apa yang diminta rakyat tetapi hal ini tidak kita jumpai di hari seperti sekarang dimana partai politik harus pertama merebut simpati rakyat dan kemudian rakyat akan memilih partai tersebut. Pendidikan adalah salah satu hal yang tidak harus dilakukan, mengapa? Pendidikan ditujukan hanya untuk orang-orang yang menyukai perubahan progresif dan berjalan seperti perpindahannya Budi Utomo dari organisasi pendidikan ke partai politik tetapi mereka tetap membawa pendidikan diruang lingkup politik. Jika pendidikan ditujukan untuk orang-orang yang tidak menyukai perubahan progresif atau berjalan seiring waktu, maka bisa dibilang itu merupakan kesalahan Politik Etis dan ke-egoisan rakyat secara individu. Bagaimana tidak? Jika anda sudah diberi uang maka anda akan merasa senang dengan pendidikan yang hanya setara dengan pekerjaan anda dan ini adalah salah satu sifat penyalah gunaan Politik Etis. Mengapa membayar pekerja Belanda mahal-mahal ketika Belanda bisa membayar pekerja Indonesia dengan murah dan rakyat tersebut senang. Disinilah diperlukannya kebebasan berpikir dalam hal pendidikan karena hal itu adalah sesuatu yang harus didapatkan secara individu maupun kelompok. Perasaan yang dirasakan oleh pemerintah Belanda dengan mempekerjakan rakyat pribumi dengan harga murah itu sangat senang sekali dan membuat pemerintah Belanda ingin sekali membuat negara tersebut menjadi koloni Belanda selamanya. Tetapi perlu diingat bahwa kemerdekaan Indonesia bukanlah hanya dari faktor politik, pendidikan, sosial, dan perekonomian bangsa Indonesia namun perlu diingat bahwa Belanda mengikuti Perang Dunia ke-2 sehingga Belanda mengalami kebocoran uang, militer dan lain lain yang membuat tahun 1945 merupakan tahun yang tepat untuk memproklamasikan kemerdekaan bangsa Indonesia ketika Belanda sedang terpuruk.

Selanjutnya setelah kami sudah membahas Perhimpunan Indonesia, kami merasa ingin lagi dan lagi membandingkan kelompok kami dan kelompok yang lain karena pembandingan ini terasa sangat mengasyikan apabila dilakukan dengan benar. Bukan berarti kami benar sepenuhnya, mungkin hipotesis kami salah atau mungkin apa yang kami coba perjelas dari kelompok teman kami itu hanya membuat makin tidak jelas, maka dari itu kami akan mencoba terus menekuni apa yang kami analisa dan tulis, mengingat ini bukanlah pelajaran yang membahas tentang perasaan atau dugaan terhadap sesuatu yang nantinya akan hanya menciptakan kebingungan tetapi pelajaran yang membahas bagaimana cara berpikir dengan jalan yang terbaik dan penuh dengan etika dan logika manusia. Andai kata jika kami bisa melakukan tugas “iseng” ini dengan baik maka kepuasan tersebut hanyalah jatuh kepada kami bukan kepada siapa-siapa. Merasa takjub dengan apa yang kami tulis membuat kami lebih dari puas. Selama 7 lembar kertas yang sudah ditulis, baru dua kelompok yang baru kami bandingkan. Pembandingan kelompok yang banyak ini membuat wawasan dan ilmu kami menjadi bertambah jumlahnya dibanding hanya mempelajari satu organisasi saja.

Dihalaman-halaman sebelumnya kami membahas banyak apa yang harus dibandingkan. Organisasi seperti Indische Partij dan Perhimpunan Indonesia sudah berhasil kami bandingkan dengan cara kami sendiri, kemudia kami akan membandingkan organisasi Partai Nasional Indonesia, organisasi ini memiliki seorang anggota yang nantinya akan menjadi Presiden pertama Indonesia yaitu Presiden Ir. Soekarno. Organisasi ini yang berjiwa besar nasionalisme dan kemerdakaan ini merupakan organisasi yang berdiri atas pengaruh Perhimpunan Indonesia. Soekarno, seseorang yang menjadi incaran pemerintah Belanda karena dianggap mengancam pemerintahan Belanda ini bersifat sangat konsekuen dengan perbuatannya. Soekarno memiliki jiwa pemimpin dan berani menegaskan bahwa Belanda harus keluar dari wilayah jajahannya. Namun bagaimana cara membandingkan organisasi ini dengan Budi Utomo? Kami yakin bahwa pasti ada perbandingan tujuan, cara melakukannya, apa yang ada didalamnya dan lain lain yang membuat pertanyaan cara membandingkan terlihat sulit untuk dipahami.

Partai Nasional Indonesia, Marhaenisme, dan Ir. Soekarno, sepertinya sudah lengkap sekali ketiga hal ini jika digabungkan maka hasilnya adalah kemerdekaan Indonesia. Tentu apa yang dilakukan Soekarno sangat berpengaruh bagi seluruh rakyat Indonesia bahkan, dengan ideologi Marhaenisnya pun menurut saya adalah sebuah ideologi baru yang begitu cepatnya diterima oleh masyarakat. Marhaenisme, adalah ideologi Marxisme yang disempurnakan, dimantapkan dan disesuaikan dengan masyarakat Indonesia. Pengaruh besar Sukarno terhadap masyarakat membuat para partai politik lain seharusnya malu dengan apa yang mereka sedang jalankan. Organisasi ini menuntut besar kemerdekaan tanpa dibantu oleh Pemerintahan Belanda dan tidak seperti organisasi lainnya yang mengandalkan sifat moderat mereka agar tidak di tumpas oleh pemerintahan Belanda. Partai Nasional Indonesia memiliki caranya sendiri yang unik dan berbeda dengan partai-partai politik lainnya, sifat mereka yang benar benar mencerminkan bagaimana revolusi harusnya terjadi dan propaganda yang menunjukkan rasa nasionalisme ini bisa dijadikan sebuah contoh perbedaan dan perbandingan dengan organisasi ini. Jelas benar jika organisasi seperti Budi Utomo dan lainnya tidak memberikan pengaruh sebesar Partai Nasional Indonesia karena organisasi inilah yang benar-benar menuntut dan mengancam pemerintahan kolonial Belanda.

Sebelum kami bandingkan organisasi Partai Nasional Indonesia dengan organisasi Budi Utomo, kami akan membandingkan organisasi ini dengan Indische Partij. Diparagraf sebelumnya kami mengeluarkan pendapat bahwa apa yang dilakukan Indische Partij sepertinya terburu-buru dan hal ini yang dinamakan revolusi tetapi mengapa PNI dapat bertahan lebih lama? PNI mendapatkan simpati masyarakat yang sangat besar, organisasi ini mampu menghidupkan bangsa Indonesia yang buta akan keadaan bangsanya. PNI dalam hal melancarkan propagandanya dan ideologi marhaenismenya terlihat lebih menjanjikan dan membuat para rakyat pribumi percaya bahwa inilah organisasi atau partai yang selama ini dicari-cari, sedangkan Indische Partij sepertinya hanya membangkitkan semangat patriotisme dan nasionalisme dalam jumlah kecil, hal ini disebabkan dengan perpindahannya anggota-anggota Indische Partij ke dalam organisasi politik lainnya. Tetapi kami juga tetap akan membandingkan organisasi ini dengan Budi Utomo karena itulah tujuan kami dari paragraf pertama, untuk membandingkan Budi Utomo dengan organisasi lainnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s