Tahap 4

Memang sangat terlihat jelas bahwa saya mengutip dari buku Boedi Oetomo itu sendiri tetapi, saya tidak mengutip secara keseluruhan melainkan hanyalah poin penting-penting saja bagi saya yang selanjutnya akan saya kembangkan menjadi sebuah kalimat pribadi dari saya sendiri. Tahap ke 4 ini berdasarkan dari halaman sekian sampai dengan sekian,

Masyarakat Jawa yang mengadopsi sistem Kasta

Pada hakikatnya manusia, yang paling tinggi ialah penguasa. Memang tentu itu benar dan selalu saja diklasifikasikan kedalam level-level tertentu, tak ayal jika kita bisa melihat bahwa ada struktur organisasi yang agak mirip seperti kasta pada ajaran agama Hindu tetapi struktur organisasi memang jelas untuk tujuan yang berbeda seperti mengatur jalannya organisasi, mengatur dan merancang. Tetapi yang kita bicarakan ini adalah sesuatu yang luas, sesuatu yang menjangkau luas seperti kasta pada masyarakat Jawa. Menurut Wahidin Soedirohoesoedo, masyarakat Jawa sudah melebur ke sistem kasta hindu. Pendapat ini dikemukakan dengan dorongan bukti yang nyata, contoh priyayi menjadi kasta teratas dan pribumi rakyat bawah menjadi kasta sudra. Hal ini sangat sekali memperihatinkan sekali bagi masyarakat Jawa pada masanya itu, adapula kerugian dan keuntungan yang didapat jika priyayi menjadi kasta teratas. Soedierohoesoedo mengira bahwa ia mampu meningkatkan pendidikan bagi kaum priyayi dan memajukan pendidikan menggunakan cara barat, mengapa demikian? Alasan utamanya jika ia memajukan pendidikan dengan cara barat, maka kaum Elite Jawa yang sudah berpendidikan baik akan mendidik rakyat yang terbawah atau rakyat bawah mengikuti jejak pendidikan Elite Jawa, cara ini bisa dibilang cukup mudah diterima karena seperti yang saya bilang pada tahap 3 artikel sebelumnya. Memiliki pendidikan barat dapat meningkatkan derajat kecerdasan para pribumi secara menyeluruh dan bukan hanya dikalangan priyayi. Namun sayangnya pendapat ini ditentang oleh Mas Mangoenoesodo dengan alasan ia takut bahwa jika menggunakan pendidikan barat makan budaya barat juga akan masuk ke bangsa kita ini dan akan menyulitkan rakyat pribumi dimasa mendatang. Ketakutan dan rasa pesimis ini didorong oleh faktor budaya pribumi yaitu budaya timur yang sangat santun. Kemudian pendapat Mas Mangoenoesodo dan Wahidin Soedirohoesoedo dapat dibilang melebur menjadi satu dan muncul pendapat dokter Radjiman Wedyodiningrat. Ia berpendapat bahwa, orang Jawa harus memiliki pendidikan Barat dan hidup sebagai orang Timur agar nanti tidak menjadi proletariat yang terpelajar. Pendapat yang dikemukakan oleh dokter yang gemar menganjurkan keseimbangan antara budaya Barat dan budaya Timur ini tidak sembarang menaruh pendapat. Mengapa kita harus mendapat pendidikan Barat dan hidup sebagai orang Timur? Seperti halnya kita hidup pada masa kini, kita bisa menjangkau luas berbagai informasi akibat adanya globalisasi, kita bisa memahami dan membaca buku sebebasnya karena kita paham bahasa lain sebab kita diajarkan oleh orang Barat tetapi kita tetap hidup sebagai orang Timur. Alasan dokter Radjiman ingin bangsa ini seperti itu agar nantinya ketika pribumi atau elite Jawa memiliki pendidikan Barat, ia tak ingin kesopanan dan adat istiadat Timur terganggu gugat. Melihat buruknya budaya Barat seperti menjajah. Namun itu semua kembali ke spekulasi masing masing terhadap budaya menurut daerah masing masing.

Hampir menjadi organisasi politik

Salah satu fakta yang tak bisa dihindari adalah perbedaan pendapat. Setiap organisasi pasti dan wajib memiliki perbedaan pendapat, hal tersebut bersifat positif tentunya dan harus disetujui oleh seluruh anggota organisasi sebelum slaah satu pendapat dipilih menjadi tujuan. Seperti halnya Boedi Oetomo, setelah beberapa pendapat di kongres pertama dikemukakan, hampir saja menjadi organisasi politik. Hal ini diutarakan oleh Tjipto Mangoenkoesoemo, pemuda radikal yang berpendapat bahwa pendidikan harus secara menyeluruh dari bawah (rakyat pribumi) dan bukan dari atas (priyayi) namun tetap saja kubu Wahidin lebih diterima karena tujuan utama Tjipto adalah ingin mengubah organisasi ini menjadi politik.

Persaingan Boedi Oetomo dengan Organisasi Priyayi

Sebelumnya, organisasi priyayi terbentuk karena sakit hati. Mereka merasa terlecehkan oleh Boedi Oetomo. Mereka merasa kehormatannya dipertaruhkan oleh Boedi Oetomo sehingga mereka membentuk organisasi bupati se-jawa dan madura. Kemudia para pemimpin Boedi Oetomo merasa jengkel karena perbuatan organisasi para priyayi ini mencuri perhatian dan mempengaruhi masyarakat Jawa. Karena pada dasarnya organisasi priyayi ini ditujukan karena mereka sakit hati merasa dilecehkan dan seharusnya priyayi yang memimpin makan organisasi ini bertujuan sosial. Tetapi haruskah para priyayi membuat organisasi seperti itu dan pantas kah? Bisa disebut bahwa Boedi Oetomo memerangi orang orang yang malas, bersantai-santai dan berleha-leha seolah tidak terjadi apa apa. Tetapi tujuan Boedi Oetomo lebih mulia dibanding nama organisasi priyayi pada tahun 1913, “Tujuan Mulia”. Boedi Oetomo memang lebih mementingkan kalayang priyayi karena mereka berfikir bahwa dari situlah perubahan dapat dimulai namun para priyayi tinggi yang menganggap priyayi rendahan Boedi Oetomo tidak pantas menjadi pemimpin. Lantas kenapa? Karena sebuah kehormatan bagi mereka adalah harus, kehormatan yang harus didapat. Bagaimana bisa seorang yang tinggi, memiliki kehormatan tetapi tidak dapat mengatur rakyat dengan baik? Priyayi, apakah mereka pemimpin asli masyarakat Jawa? Jika mereka pemimpin asli, mengapa tidak bertindak untuk memperbaiki dan bersatu untuk membuat rakyat bawah menjadi lebih terdidik dan berevolusi. Hal ini hanya sekedar ke-egoisan para priyayi yang sangat menyegani siapapun yang menyentuh kehormatan mereka. Mereka tak ingin berbagi kekuasaan, begitu juga dengan kehormatan. Mereka tidak ingin ada orang lain yang rendahan dapat memimpin rakyat untuk berubah, karena menurut para priyayi tinggi ini sudah cukup mereka saja yang mengurus.

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close