Akhirnya saya bisa menulis review tentang apa yang saya baca, yaitu buku Boedi Oetomo : Awal Bangkitnya Kesadaran Bangsa begitu juga dengan skripsi yang sedikit berkaitan dengan Boedi Oetomo. Review ini menurut saya spesial karena kalian tau sendiri saya ini cuman anak SMA yang kemampuan menulis dan menalisis nya masih kurang dan saya bener bener menekuni ini demi nilai Sejarah saya

. Tahap 3, metode penelitian saya gak usah susah susah, caranya baca bukunya, cari poin penting, tulis dinotepad atau buku dan baru dibikin kalimat. Ohya, saya juga bakalan nyoba bikin hipotesis di artikel ini, itung itung buat belajar juga cara menggunakan hipotesis dengan benar.

Dobrak pintu demi kesadaran pendidikan dan bangsa!

Goenawan Mangoenkoesomo dengan jelas menyebut organisasi ini untuk mendongkrak kondisi pendidikan pribumi yang menyedihkan. Kebayang gak kalian kalo jaman dulu itu pribumi gak dapet pendidikan yang lumaya, bahkan anak priyayi atau elite jawa aja ada yang buta huruf! Ini semua dikarenakan kondisi pendidikan yang buruk. Goenawan dan kawannya Soetomo beserta anggota lain berusaha gimana caranya supaya pendidikan di tanah air ini modern dan maju.

Kontroversi datang dari pribumi jawa yang menganggap bahwa pendidikan yang diberi bangsa kolonial Belanda hanya menjadikan kita orang belanda, bukan pribumi. Dengan diberikannya pendidikan oleh Belanda untuk masyarakat pribumi, sebagian berfikir bahwa jika kita dididik oleh Belanda, maka kita akan menjadi Belanda, padahal kenyataannya tak seperti itu. Kebanyakan guru sekolah Belanda datang dari pribumi aslinya. Mereka dididik oleh pribumi sampai mendapat sertifikat atau gelar untuk mengajar dan kemudian ditugaskan oleh Belanda untuk mendidik pribumi lainnya. Konsepnya hanya memutar mutar saja, Belanda – Pribumi – Pribumi (diurutkan berdasarkan siklus pendidikan). Jadi, pada masanya Belanda mendidik pribumi dan kemudian ketika sudah cukup pribumi untuk mendidik para pribumi itu sendiri, Belanda akan menurunkan jumlah guru pengajar. Tetapi apakah dididik oleh sekolah Belanda akan selalu membawa buruk bagi bangsa Indonesia? Jawabannya sama sekali tidak, selama pribumi diberi pendidikan yang diawasi oleh kolonial Belanda maka pribumi aman aman saja. Kemudian ketika para pribumi elite maupun tidak sudah mengerti pendidikan, rasa nasionalisme pun berkembang karena ketika mereka sudah mendapati pendidikan, kedua mata mereka dibuka untuk melihat betapa buruknya pendidikan bangsa ini. Selanjutnya jika pribumi menolak untuk mengikuti pendidikan disekolah Belanda, apa yang terjadi? Kesadaran nasionalisme semakin buruk, radikalisme tanpa pemikiran semakin merajalela. Salah satu penyebab pribumi menyegani organisasi Boedi Oetomo adalah karena mereka memiliki pemikiran gaya barat atau modern, bukan kah itu bagus selama untuk pendidikan bangsa mereka sendiri, kenapa tidak? Bahkan jika bangsa ini tidak memiliki pemikiran gaya barat atau modern pada dulunya, radikalisme dan pemberontakan kaum muda akan selalu terjadi karena kurangnya paham cara menjatuhkan Belanda dan akan terus menggunakan kekerasan.

Bagaimana cara Boedi Oetomo melaksanakan tugasnya?

Cukup menarik untuk membahas ini karena memang cukup sulit untuk diterangkan dan dijabarkan, apalagi Boedi Oetomo adalah organisasi yang kompleks, mengutamakan pendidikan bagi rakyat jawa tetapi ketika kita bertanya gimana sih caranya?. Dengan gampang sih jawabannya itu merekrut anggota, membangun sekolah dan lain lain tetapi ketika turun pertanyaan bagaimana mereka merekrut, dana membangun sekolah darimana bakalan ngebuat pusing karena semakin saya menjawab pertanyaan, semakin banyak pertanyaan dan itu benar, pasti selalu.

Boedi Oetomo, didirikan oleh 9 pemuda, pelajar STOVIA yang meresiko-kan gelar pendidikan mereka, bayangkan saja. Guru pembimbing mereka mengancam akan dikeluarkan dari STOVIA karena mereka dikira mengancam pemerintahan kolonial. Jam 9 pagi, tanggal 20 Mei 1908 disebuah aula gedung STOVIA. Para pelajar ini membentuk dan menyepakati organisasi ini. Mereka tidak sendirian, pembentukan organisasi ini dihadiri oleh sekolah sekolah di Jawa. Kemudian Boedi Oetomo ingin mengambil simpati dari wakil wakil sekolah. 3 dari 8 sekolah memberikan simpati mereka agar suara organisasi Boedi Oetomo dapat didengar luas dan sekolah yang memberikan simpati juga membentuk cabang organisasi Boedi Oetomo disekolah mereka. Walaupun hanya 3 sekolah, itu merupakan sebuah keberhasilan awal yang besar bagi Boedi Oetomo, bagaimana tidak? Sekolah lain membentuk cabang Boedi Oetomo, mengakibatkan meledaknya jumlah anggota Boedi Oetomo. Hubungan Boedi Oetomo dengan sekolah maupun cabangnya diberbagai daerah bisa menguntungkan organisasi ini berkembang pesat, dengan latar belakang tujuan demi pendidikan bangsa yang maju mereka mampu membuat pendidikan lebih maju dari sebelumnya. Dananya dari mana? Sebelum kita membahas dana, ada kaitannya Boedi Oetomo dengan Vrijmetselarij pada masa itu. Beberapa anggota maupun ketua Boedi Oetomo adalah anggota Vrijmetselarij, apa itu? Vrijmetselarij adalah freemason Belanda, mereka menjunjung tinggi humanisme dan pendidikan, sedikit sama dengan Boedi Oetomo tetapi mereka lebih dulu daripada Boedi Oetomo. Syarat menjadi Vrijmetselarij tidaklah harus kaya dikarenakan banyak elite atau priyayi yang menjadi anggota loji Vrijmetselarij tetapi diharuskan untuk menyisihkan harta mereka demi keperluan sosial. Dapat disimpulkan bahwa dana yang didapatkan oleh Boedi Oetomo bisa dibilang adalah donasi dari para anggotanya sendiri atau amal. Bicara keanggotaan, ditulis pada buku Boedi Oetomo bahwa menurut Akira Nagazumi, sebenarnya siapa saja boleh masuk namun karena kebanyakan anggotanya adalah kaum elite jawa dan priyayi maka masyarakat pribumi bawah takut untuk bergabung, hal ini disebabkan oleh kurangnya rasa nasionalisme. Organisasi ini bisa disebut juga sebagai “acara amal” dimana untuk dana mereka dapatkan melalui donasi.

Terus bagaimana bisa Boedi Oetomo berkembang secara luas?

Boedi Oetomo sendiri mengadakan beberapa kongres diberbagai daerah cabang mereka sendiri, tujuannya sama, demi pendidikan. Tapi kok pemerintah Belanda gak menumpas Boedi Oetomo sedangkan organisasi pendahuli Boedi Oetomo sempat ditumpas oleh Belanda. Sekali lagi, pendidikan menjadi jawabannya. Boedi Oetomo bersifat moderat sebagaimana ditulis di buku nya dan tidak bersifat radikalisme. Mereka juga menjadikan para “kaum tua” sebagai ketua organisasi tersebut, mengapa? Karena menurut mereka yang tua lebih berpengalaman dan matang, selagi Dr. Soetomo dan kawannya menempuh pendidikan mereka. Ide jalan alternatif yang menurut saya bagus sekali. Coba saja, bagaimana caranya membentuk sebuah organisasi pribumi, berdasarkan pendidikan, bersifat moderat, tidak radikal, sekaligus agar Dr. Soetomo dan kawannya tidak dikeluarkan oleh pembimbing STOVIA? Jawabannya adalah ini, dengan mengoper jabatan ketua ke yang lebih tua membuat pembimbing mengira bawa Soetomo dan kawan kawannya tidak menjalani organisasi tersebut. Terlebih lagi para kaum tua elite jawa dikenal ramah dan tidak sering mengusik kolonial Belanda seperti kaum muda yang bersifat radikal dan bisa memicu adanya pemberontakan karena hasrat mereka yang tinggi akan kebebasan bangsa. Boedi Oetomo ini bisa dibilang organisasi serba “bejo”. Tak habis pikir saya jika membaca sejarah Boedi Oetomo, bisa bisanya mereka menjalankan organisasi yang kompleks ini tanpa adanya pengalaman organisasi sebelumnya. Dengan memilih kaum tua sebagai ketua, organisasi ini bersifat moderat, kooperatif dengan kolonial Belanda sehingga Belanda lega bahwa organisasi ini bukanlah ancaman tetapi mereka tetap menaruh mata untuk menjaga jaga jika suatu saat organisasi ini berubah. Sekali lagi keuntungan yang besar, tidak ditumpas oleh Belanda, padahal cita cita mereka memajukan pemikiran bangsa ini dan sekali lagi, Belanda lebih suka mendengarkan pendapat para elite jawa dan priyayi dibanding pribumi bawah. Strategi yang bagus untuk menghindari kekejaman kolonial Belanda menumpas sebuah organisasi.

Sudah dapat dipastikan Boedi Oetomo memiliki kontroversi dengan pribumi. Boedi Oetomo ingin memerangi masyarakat yang berhidup santai dan leha-leha seolah-olah bangsa ini sudah tidak bisa diubah lagi karena kekuasaan Belanda yang sangat besar. Organisasi ini dapat dikenal luas karena bersifat netral, tidak berpihak kepada agama. Mungkin mereka bisa dibilang berpihak kepada masyarakat Jawa namun hal tersebut bukanlah sebuah kekhawatiran. Satu lagi kemiripan dengan Vrijmetselarij, selain menjunjung tinggi rasa humanisme dan pendidikan, Boedi Oetomo juga tidak berpihak kepada agama manapun. Mengapa tidak berpihak kepada agama Islam? Protestan? Katolik atau agama yang lainnya? Bukanlah tujuan utama pendidikan kalo hanya untuk agama tertentu. Seharusnya pendidikan bisa diterima luas oleh semua agama dan kalangan masyarakat pada umumnya.

Boedi Oetomo, cabang Vrijmetselarij?

Bukan, Boedi Oetomo adalah organisasi independen. Cabang Vrijmetselarij adalah loji-loji diberbagai daerah. Memang bisa sedikit agak disamakan, Boedi Oetomo dengan Vrijmetselarij. Banyak dugaan bahwa Vrijmetselarij atau mason yang duduk di bangsa ini dulunya merupakan organisasi yang buruk, mistis, kedukunan dan yahudi. Saya cukup kaget dan penasaran apa yang ada dibenak pikiran orang pada jaman itu. Jelas sekali organisasi Vrijmetselarij ini menjungjung tinggi agama dan pendidikan tetapi mereka tidak berpihak kepada agama apapun. Mereka mengharuskan anggotanya memiliki agama. Kenapa bisa dibilang mistis? Loji-loji Vrijmetselarij bisa dibilang cukup aneh, gedung atau sebutan loji bagi mereka ini digunakan untuk pertemuan para anggota Vrijmetselarij yang tampak rahasia. Organisasi ini bukanlah organisasi rahasia, melainkan organisasi ini memiliki rahasia yang harus dijaga antara para mason. Boedi Oetomo dengan Vrijmetselarij sangat berhubungan, mulai dari anggota, cita cita dan ketua Boedi Oetomo yang merupakan anggota loji Vrijmetselarij. Banyak pertanyaan yang muncul jika Boedi Oetomo tidak memiliki anggota Vrijmetselarij, apakah yang akan terjadi? R.A Tirtokoesoemo adalah anggota Vrijmetselarij, dengan cara berfikirnya yang moderat, modern, barat dan menjunjung humanisme seperti kalanya Vrijmetselarij, ini merupakan keuntungan besar karena sifat-sifat baik yang dimiliki oleh Vrijmetselarij ini dapat diaplikasikan di organisasi Boedi Oetomo ini.

Artikel Tahap ke 3 ini cuman sekumpulan poin penting yang sebelumnya saya baca dari buku dan skripsi untuk ditulis diartikel ini. Poin poin tersebut saya catat dalam bentuk singkat dan kemudian saya kembangkan sendiri dengan kata kata saya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s